Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 23/11/2015 DRINGU - Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Pemerintah Kabup...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 23/11/2015
DRINGU - Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) melakukan penanaman mangrove dan cemara di pesisir Desa Dringu Kecamatan Dringu, Sabtu (21/11).Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pecinta lingkungan ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Asy’ari serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Asy’ari mengatakan, peringatan tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menyadarkan diri tentang pentingnya pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati bagi kehidupan.
“Marilah peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini kita jadikan sebagai momentum yang tepat untuk menyadarkan diri, tentang pentingnya kelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara adil, merata serta berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asy’ari, Bupati Probolinggo sangat mendukung kegiatan tersebut dengan harapan dapat menjadi titik awal perlindungan puspa dan satwa supaya tetap lestari. “Indonesia yang menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati di dunia harus mendapat prioritas dalam upaya perlindungan puspa dan satwa dunia yang hampir punah,” jelasnya.
Sementara Kepala BLH Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengungkapkan dengan kondisi seperti ini masyarakat harus dibiasakan mencintai keindahan puspa dan satwa, sehingga secara sadar terdorong ikut dalam upaya pelestarian. “Dengan cara yang tepat, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat melalui berbagai potensi kekayaan alam hayati,” ujarnya.
Menurut Anggit, salah satu kegiatan untuk mendukung hal itu diantaranya dengan penyelamatan sumber daya air dengan penanaman mangrove sebanyak 5.000 bibit di Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih. Kemudian penanaman vegetasi pantai berupa Cemara Laut di pulau Gili Ketapang sebanyak 1.500 bibit. Serta penanaman pohon gayam di embung Kedung Bunder Desa Tongas Kulon dan embung Sumbersuko Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas.
Selain itu juga ada upaya pelestarian flora dan fauna serta monitoring kualitas air hulu dan hilir sungai, danau atau sumber mata air. Kegiatan itu berupa pelepasan 1.000 ekor ikan air tawar di sumber mata air Ronggojalu dan pelepasas 200 ekor burung. (wan/abh)


COMMENTS