Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 08/11/2015 KRAKSAAN - Kelangkaan pasir Lumajang di Kabupaten Probolinggo sejak dua bulan terakhir ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 08/11/2015
Hal itu diakui salah satu pengawas proyek di Kota Kraksaan Alek. Menurut pria asal Jalan Cokroaminoto Kota Probolinggo ini, sejauh ini kelangkaan pasir Lumajang sedikit menghambat proyek miliknya. “Jelas pengaruh, untungnya sebelum kejadian itu (pembunuhan Salim Kancil) saya sudah membelinya sedikit banyak,” katanya.
Karena mengetahui kelangkaan pasir tersebut sampai sekarang, akhirnya ia harus memutar otak dengan cara mencampur pasir Lumajang dengan pasir lokal asal Situbondo. “Kalau tidak seperti itu, jelas akan berdampak pada kualitas proyek,” jelasnya.
Alek menuturkan, kualitas dari pasir Lumajang sendiri tidak bisa ditandingi dengan kualitas pasir lainnya, termasuk pasir dari Situbondo. “Tidak lengket dan berbeda dengan pasir dari Lumajang,” tegasnya.
Kendati kualitas lebih buruk, ia tidak ada pilihan lain selain membeli pasir dari Situbondo. Sebab material pasir sangat dibutuhkan untuk menggarap proyeknya di Alun-alun Kota Kraksaan.
“Harganya mahal dari Situbondo, tetapi mau bagaimana lagi. Apalagi itu jalan satu-satunya, kalau tidak seperti itu kerjaan kami tidak akan cepet selesai,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kabupaten Probolinggo Prijono mengungkapkan memang sejauh ini kelangkaan pasir Lumajang sempat mengganggu proyek di sejumlah tempat di Kabupaten Probolinggo.
“Sempat terganggu, tetapi Alhamdulillah sampai sekarang para kontraktor tidak ada yang protes, hanya menyampaikan secara lisan,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya memastikan untuk saat ini tidak ada proyek Pemkab Probolinggo yang terbengkalai dengan kelangkaan tersebut. Sebab saat ini proyek yang ada di Kabupaten Problinggo sudah berada pada tahapan yang sedang tidak membutuhkan banyak pasir lumajang.
“Sekarang masih dalam tahap terakhir, jadi yang membutuhkan pasir Lumajang sudah sedikit dan tidak berpengaruh kepada proyek yang sedang berjalan,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS