Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 24/11/2015 KREJENGAN - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE meminta agar para orang tua te...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 24/11/2015
KREJENGAN - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE meminta agar para orang tua terus menyekolahkan anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi. Sebab tugas orang tua adalah mengantarkan anaknya supaya bisa mandiri.Permintaan tersebut disampaikan Bupati Tantri saat menghadiri kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Krejengan Kecamatan Krejengan di halaman Pondok Pesantren Rabhitatul Islam, Selasa (24/11). “Ikhtiarkan untuk terus menyekolahkan anak-anak kita agar nantinya bisa menjadi anak yang lebih berkualitas dan lebih maju dari para orang tuanya,” ujarnya.
Bupati Tantri juga meminta agar orang tua senantiasa mengawasi pergaulan putra dan putrinya dari ancaman minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang. “Orang tua harus peka dan terus mengawasi anak-anaknya. Sebab ancaman dari miras dan obat-obatan terlarang ini generasi muda yang merupakan calon pemimpin masa depan,” jelasnya.
Kepada kepala desa (kades), Bupati Tantri mengingatkan agar penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) dilakukan sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Penyaluran raskin tidak boleh dilakukan dengan sistem bagi roto. Sebab jika menggunakan sistem bagi roto, maka angka kemiskinan akan sulit kita turunkan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga mengajak masyarakat agar bisa menggelorakan kembali semangat gotong royong. Sebab budaya gotong royong ini merupakan budaya warisan asli nenek moyang bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan.
“Saya berharap supaya kegiatan gotong royong ini terus dilakukan, minimal dua minggu sekali dengan melibatkan semua masyarakat. Apalagi gotong royong dapat meningkatkan tali silaturahim di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Kades Krejengan Nurul Huda menyampaikan sejumlah program yang akan dilakukannya selama 6 (enam) tahun ke depan. Dimana semua program tersebut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2015-2021 dan selaras dengan RPJMD Kabupaten Probolinggo.
Gotong royong sendiri diawali dengan peninjauan pelayanan KTP Elektronik dan Akte Kelahiran gratis dan stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan masyarakat. Disamping juga peletakan batu pertama pembangunan rumah Marni (50), asal Dusun Motten Desa Krejengan Kecamatan Krejengan yang mendapatkan program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (wan/abh)


COMMENTS