Penulis : Dimaz Bromo FM Jumat, 06/11/2015 KRAKSAAN - Kabupaten Probolinggo ternyata masih belum bebas dari penyakit kaki gajah. Seb...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jumat, 06/11/2015
KRAKSAAN - Kabupaten Probolinggo ternyata masih belum bebas dari penyakit kaki gajah. Sebab dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo masih ada tiga warga yang terdeteksi menderita kaki gajah.Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Thajono melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ari Suciati mengatakan, sampai saat ini masih ada 3 penderita kaki gajah di Kabupaten Probolinggo. Dimana satu orang dari Kecamatan Tongas dan dua orang dari Kecamatan Maron.
Ketiga penderita kaki gajah ini merupakan penderita lama. Sedangkan untuk tahun ini, di Kabupaten Probolinggo tidak ditemukan penderita kaki gajah baru. “Tahun ini sudah tidak ada. Yang ada saat ini merupakan pasien lama,” ujarnya.
Agar penderita kaki gajah tidak bertambah, Dinkes sudah melaksanakan berbagai program. Di antaranya memberikan obat cacing kepada balita dan anak sekolah yang diberikan dalam setahun sekali.
“Kami berikan obat cacing pada anak balita usia satu tahun sampai anak 12 tahun. Itu dilakukan setiap bulan Agustus melalui PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Posyandu dan Sekolah Dasar (SD),” katanya.
Menurut Ari Suciati, penularan penyakit kaki gajah ini disebabkan tiga spesies cacing filarial. Yakni, Wucheria, Bancroti dan Brugia Malayim Brugia Timori. Cacing ini menyerupai benang dan hidup dalam tubuh manusia, terutama dalam kelenjar getah bening dan darah.
Cacing ini dapat hidup dalam kelenjar getah bening manusia yang tidak sebentar hingga empat sampai enam tahun. “Dan dalam tubuh manusia cacing betina dewasa menghasilkan jutaan anak cacing (Microfilaria) yang beredar dalam darah terutama malam hari,” jelasnya.
Ari menjelaskan, seorang dapat tertular atau terinfeksi filariasis jika orang tersebut digigit nyamuk yang sudah terinfeksi. “Artinya nyamuk itu dalam tubuhnya mengandung larva,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS