Penulis : Wawan Bromo FM Jumat, 06/11/2015 KRAKSAAN – Salah satu upaya untuk mengatasi rawan pangan adalah dengan memaksimalkan peman...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jumat, 06/11/2015
KRAKSAAN – Salah satu upaya untuk mengatasi rawan pangan adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui penanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Produk sayur dan buah tersebut untuk dikonsumsi sendiri dan sisanya bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga.“Lahan pekarangan selama ini tidak banyak dimanfaatkan masyarakat. Padahal jika dimanfaatkan dan dikelola secara intensif tentunya akan mempunyai nilai ekonomis untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan berbagai jenis sayuran, buah-buahan dan obat untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono.
Pria kelahiran Probolinggo, 5 Oktober 1962 ini menjelaskan, ada beberapa program dalam pemanfaatan lahan pekarangan ini. Yakni, KRPL (Kawan Rumah Pangan Lestari), pemasyarakatan menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman), pengembangan karang kitri (budidaya sayuran) dan penganekaragaman konsumsi pangan.
“Program KRPL ini tidak dilakukan secara individu, tetapi berkelompok untuk bisa mencukupi sendiri kebutuhannya. Tentunya sambil sosialisasi makan B2SA kepada masyarakat. Sehingga pola makannya bisa beragam, bergizi, seimbang dan aman,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo ini menerangkan bahwa sasaran dari pemanfaatan lahan pekarangan ini adalah ibu-ibu rumah tangga, wanita tani dan Tim Penggerak PKK.
“Tujuan utama dari pemanfaatan lahan pekarangan ini supaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Jika ada lebihnya bisa dijual untuk menambah pendapatan. Yang menjadi permasalahan adalah kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya mengerti akan pentingnya gizi serta sarana prasarana pendukung yang masih terbatas,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS