Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 09/11/2015 DRINGU - Lahan yang bisa dimanfaatkan petani kopi di Kabupaten Probolinggo mengalami pen...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 09/11/2015
DRINGU - Lahan yang bisa dimanfaatkan petani kopi di Kabupaten Probolinggo mengalami penambahan signifikan seluas 95 hektar. Lahan tersebut berada di bawah kewenangan Perhutani yang bekerja sama dengan Pemkab Probolinggo. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo Raharjo mengatakan penambahan lahan kopi tersebut berada di Desa Sapikerep dan Sariwani di Kecamatan Sukapura serta Desa Sumber dan Tukul di Kecamatan Sumber. “Penambahan lahan tersebut terealisasi pada tahun ini. Untuk tahun depan ada lagi tambahan lahan baru,” katanya.
Menurut Raharjo, di atas lahan tersebut bisa ditanami dengan kopi jenis Arabika yang memang cocok dengan ketinggian tanahnya. “Dua kecamatan tersebut sudah berada pada 700 meter di atas permukaan laut. Cocok untuk kopi Arabika,” jelasnya.
Lahan seluas itu bukan lahan kosong, di atasnya sudah ada pohon-pohon pinus dengan usianya di bawah lima tahun. Di sekitar pohon pinus dengan usia tersebut, kopi bisa ditanam. “Di sela-sela pohon pinus itulah kopi bisa ditanam,” terangnya.
Untuk tahun depan jelas Raharjo, penambahan lahan kopi akan dilakukan di Kecamatan Sukapura, Sumber, Tiris dan Krucil. “Luasnya bisa mencapai 460 hektare,” tambahnya.
Dengan bertambahnya lahan, semua pihak akan mendapatkan keuntungan. Baik warga, Perhutani dan Pemkab Probolinggo. “Perhutani hutannya terjaga dan warga mendapatkan penghasilan. Sementara Pemkab Probolinggo akan merasakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Setiap tahun Kabupaten Probolinggo menghasilkan dua jenis kopi. Yakni, Arabika dan Robusta. Kopi Robusta dalam setahun bisa menghasilkan 978,58 ton dan kopi arabika mencapai 175,48 ton. (wan/abh)


COMMENTS