Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 15/11/2015 KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba pelaksana ter...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 15/11/2015
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba pelaksana terbaik desa/kelurahan siaga aktif tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2015. Tujuannya untuk memotivasi para pelaksana pengembangan desa/kelurahan siaga aktif agar meningkatkan kualitas desa/kelurahan siaga aktifnya.Lomba pelaksana terbaik desa/kelurahan siaga aktif ini diikuti oleh Desa Wonorejo Kecamatan Maron, Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris, Desa Kecik Kecamatan Besuk, Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu, Desa Jorongan Kecamatan Leces, Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih, Desa Sumberduren Kecamatan Krucil, Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar, Desa Suko Kecamatan Maron, Desa Jetak Kecamatan Sukapura dan Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan.
Tim penilai terdiri dari Dinkes, Bappeda, Bapemas, PKK, BPPKB (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), Bagian Pemerintahan dan Bagian Kominfo.
Setelah penilaian dan evaluasi oleh tim penilai, pemenang lomba Desa Siaga akan segera diumumkan beberapa hari berikutnya. Bagi yang terpilih sebagai juara pertama akan mewakili Kabupaten Probolinggo pada lomba Desa Siaga tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Patmiati mengatakan lomba ini bertujuan meningkatkan kegiatan desa/kelurahan siaga aktif dan kualitasnya.
“Selain itu memotivasi para pelaksana desa/kelurahan siaga aktif untuk mengembangkan desa/kelurahan siaga aktif serta mengadopsi lintas sektor dan lintas program terkait untuk memberikan dukungan kebijakan dan pembinaan dalam pengembangan desa/kelurahan siaga aktif,” ujarnya.
Menurut Sri Patmiati, cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 telah mencapai 87,27%. Secara kuantitas telah melampaui target nasional maupun Provinsi Jawa Timur. “Namun kualitasnya masih didominasi aktif pratama (83,03%) sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya, utamanya yang aktif purnama dan mandiri,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS