Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 11/11/2015 PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan d...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 11/11/2015
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) merilis (launching) orientasi pembentukan Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja/Mahasiswa di lingkungan pondok pesantren, Selasa dan Rabu (10-11/11) di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.Orientasi pembentukan PIK Remaja/Mahasiswa ini diikuti 32 orang peserta perwakilan pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut mereka mendapatkan materi dari BPPKB, Dinas Kesehatan dan BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Probolinggo.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga BPPKB Kabupaten Probolinggo Imam Syafi'i mengatakan kegiatan ini bertujuan agar di lingkungan pondok pesantren bisa terbentuk PIK Remaja/Mahasiswa Pondok Pesantren.
“Sehingga persoalan remaja santri bisa diselesaikan oleh remaja santri sendiri. Persoalan remaja santri itu bisa dibuat kebijakan pemerintah agar bisa dilakukan tindakan-tindakan yang sifatnya preventif,” ujarnya.
Menurut Imam, para generasi muda dihantui oleh menjamurnya free seks, narkoba, tingginya jumlah penderita HIV/AIDS dan meningkatkan angka pernikahan dini. Tentunya hal ini sangat rawan sekali dalam perkembangan para generasi muda.
“Disinilah peran pondok pesantren agar bisa membentengi para generasi muda agar tidak sampai terjerumus kepada free seks, narkoba dan mampu meningkatkan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Sebab santri itu perlu mengetahui PUP, narkoba dan HIV/AIDS sehingga bisa mengantisipasinya.
Melalui keberadaan PIK Remaja/Mahasiswa Pondok Pesantren ini diharapkan persoalan-persoalan remaja bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya oleh remaja santri pondok pesantren itu sendiri. Sebab salah satu pilar penting di Kabupaten Probolinggo adalah keberadaan pondok pesantren yang memiliki lembaga lengkap.
“Tidak kalah penting adalah meningkatkan PUP dan kualitas pendidikan serta mengurangi jumlah penderita HIV/AIDS. Mudah-mudahan PIK Remaja/Mahasiswa di Pondok Pesantren ini mampu membentengi generasi muda untuk mewujudkan remaja sehat, cerdas dan berencana,” harapnya. (wan/abh)


COMMENTS