Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 28/11/2015 KRAKSAAN - Pembangunan gedung Sekretariat Daerah Pemkab Probolinggo, Jum’at (27/11) so...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 28/11/2015
KRAKSAAN - Pembangunan gedung Sekretariat Daerah Pemkab Probolinggo, Jum’at (27/11) sore memakan korban meski tidak sampai tewas. Pasalnya, seorang pekerjanya mengalami kecelakaan kerja saat berada di lantai 5. Rahmad (20) warga Pasuruan harus dilarikan ke IGD RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan karena mengalami luka serius di bagian bibirnya, pelipis kanan dan tangan kanannya karena terjatuh di lantai 5.
Dari informasi yang dihimpun, Rahmad tergelincir di atas tangga andang yang posisinya berada di lantai 5 gedung Pemkab Probolinggo. Ia tergelincir dari atas andang dari ketinggian sekitar 8 meter. Akibatnya, tangan kanannya diperkirakan patah dan luka robek di bagian kepalanya.
Dalam pembangunan di gedung Pemkab Probolinggo itu, kebanyakan pekerjanya tidak memakai helm dan sabuk pengaman saat bekerja. Sehingga sangat rawan beresiko terhadap pekerja saat terjadi kecelakaan kerja.
Ghofar, salah satu teman Rahmad korban laka kerja mengatakan, kalau dirinya sudah memberi peringatan terhadap korban, kalau diandang itu harusnya pakai sabuk dan helm, karena naik ke andang itu sangat berbahaya.
“Iya, tergelincir saat naik ke andang, karena tidak memakai alat keamanan. Padahal teman-teman yang lain sering kali tergelincir, tapi tidak sampai jatuh. Mungkin sepatu yang dipakai Rahmad licin,” katanya.
Sementara Munir, selaku Security proyek pembangunan di gedung Pemkab Probolinggo tersebut membenarkan kalau dalam pembangunan gedung Pemkab itu harus extra hati-hati. Apalagi bagi yang naik andang dibagian luar atas. Kejadian serupa kata Munir, juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.
“Kalau menurut saya, itu bukan kesalahan dari siapa, tapi kesalahan dari pekerja yang kurang berhati-hati. Rahmad tadi terjatuh dari ketinggian andang yang dinaikinya yang berada di lantai 5, beruntung andang itu berada di dalam ruang lantai 5,” akunya.
Di IGD RSUD Waluyo Jati Kota Kraksaan, Rahmad masih dirawat intensif karena lukanya cukup serius dan tidak bisa berbicara karena luka di bibirnya yang dijahit serta luka pada anggota tubuh lainnya. (maz/abh)


COMMENTS