Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 07/11/2015 KRAKSAAN - Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo mengeluhkan pe...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 07/11/2015
Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo mengatakan seusai dengan apa yang ada di lapangan saat ini, banyak tengkulak tembakau yang mencampurkan tembakau dari luar Kabupaten Probolinggo. Sebut saja campuran tembakau dari Situbondo, Bondowoso dan Jember.
Menurut Raharjo, tembakau dari daerah tersebut saat ini kualitasnya menurun lantaran adanya erupsi gunung Raung. Bahkan, tembakau dari Madura juga masuk ke Kabupaten Probolinggo.
“Yang saya sayangkan ini tembakau asal Kabupaten Probolinggo dicampur dengan tembakau daerah lain, kemudian dijual ke gudang. Setelah sampai sana, kualitasnya jelas menurun,” katanya.
Karena maraknya aksi tersebut, tembakau asli Kabupaten Probolinggo justru banyak yang tidak terserap gudang. “Padahal pihak gudang mengakui tahun ini tembakau asal Kabupaten Probolinggo, terutama tembakau Paiton kualitasnya terbaik. Tapi sayang karena ulah tengkulak justru berdampak buruk kepada petani,” jelasnya.
Sebelumnya DPRD Kabupaten Probolinggo sudah meminta pada Disbunhut agar dibuatkan regulasi ketat tentang tembakau di Kabupaten Probolinggo. “Tapi, mau diatur bagaimana kalau seperti ini. Jelas nanti kucing-kucingan dengan tengkulak,” terangnya.
Salah satu jalan keluarnya menurut Raharjo, pihak gudang harus tegas dengan sesuai grade yang diperlukan gudang. “Repotnya lagi kalau ada permainan antara oknum dengan tengkulak. Harapan kami, kalau kualitasnya jelek atau sudah campuran, mending tidak diterima dan ditolak saja. Dengan seperti itu, produksi asli dari petani Kabupaten Probolinggo yang diserap oleh gudang. Bukan berasal dari aderah lain,” tegasnya.
Seperti diketahui, luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo pada musim tanam tahun ini mencapai 10.774 hektare. Dengan luasan itu, diasumsikan bisa memproduksi 12.929 ton tembakau atau 1,2 ton per hektare.
Daerah tanam tembakau yang ditetapkan Pemkab Probolinggo berada di tujuh kecamatan. Yakni di Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan dan Gading. Tujuh kecamatan tersebut ditetapkan Pemkab Probolinggo sebagai areal masa tanam tembakau 2015. (maz/abh)


COMMENTS