Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 17/11/2015 GENDING - Jembatan Sumberkerang di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending kini sudah bis...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 17/11/2015
GENDING - Jembatan Sumberkerang di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending kini sudah bisa digunakan kembali. Jembatan yang pernah ambrol pada 4 April 2015 lalu, kini bisa dilewati kendaraan meski sifatnya semi permanen. Hanya saja, kendaraan besar dihimbau untuk tak lewati jembatan tersebut.
Jembatan Sumberkerang ini sempat ambrol karena konstruksi bangunan yang lapuk dan tua. Sebab bangunan jembatan tersebut merupakan bekas bangunan peninggalan penjajah Belanda.
Di ketahui, jembatan ini menghubungkan Desa Sumberkerang dan Desa Sebaung. Selain itu jembatan juga menghubungkan 3 desa lainnya meliputi Desa Banyuanyar Lor dan Desa Banyuanyar Tengah. Jembatan yang berbahan kayu dan besi itu sudah bisa digunakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Kabupaten Probolinggo Rahcmad Waluyo mengatakan jembatan semi permanen ini didanai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan anggaran sebesar Rp 700 juta. Bangunan ini mulai dilakukan pada bulan Juli dan berakhir 15 November 2015.
“Jembatan itu hanya dibatasi muatan seberat 8 ton. Namun, dihimbau agar kendaraan maksimal muatan 5 ton saja. Sehingga daya tahan jembatan, bisa maksimal,” papar mantan Kepala DPP Pengairan Kabupaten Probolinggo ini.
Namun, jembatan darurat yang dibuat disamping jembatan semi permanen ini, hingga kini masih ada. Sebagian warga juga masih tetap menggunakan jembatan tersebut. Terutama jika arus kendaraan sedang padat. (maz/abh)
Jembatan Sumberkerang ini sempat ambrol karena konstruksi bangunan yang lapuk dan tua. Sebab bangunan jembatan tersebut merupakan bekas bangunan peninggalan penjajah Belanda.
Di ketahui, jembatan ini menghubungkan Desa Sumberkerang dan Desa Sebaung. Selain itu jembatan juga menghubungkan 3 desa lainnya meliputi Desa Banyuanyar Lor dan Desa Banyuanyar Tengah. Jembatan yang berbahan kayu dan besi itu sudah bisa digunakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Kabupaten Probolinggo Rahcmad Waluyo mengatakan jembatan semi permanen ini didanai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan anggaran sebesar Rp 700 juta. Bangunan ini mulai dilakukan pada bulan Juli dan berakhir 15 November 2015.
“Jembatan itu hanya dibatasi muatan seberat 8 ton. Namun, dihimbau agar kendaraan maksimal muatan 5 ton saja. Sehingga daya tahan jembatan, bisa maksimal,” papar mantan Kepala DPP Pengairan Kabupaten Probolinggo ini.
Namun, jembatan darurat yang dibuat disamping jembatan semi permanen ini, hingga kini masih ada. Sebagian warga juga masih tetap menggunakan jembatan tersebut. Terutama jika arus kendaraan sedang padat. (maz/abh)



COMMENTS