Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 07/11/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menanggapi serius rencana pemba...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 07/11/2015
Keberadaan jalan tol akan mempengaruhi pendapatan penjual di jalur pantura, karena akan ada pengalihan pengguna jalan dari jalan regular ke jalan tol. Sehingga bukannya tidak mungkin akan mengancam pendapatan para UKM khususnya penjual mangga yang ada di sepanjang Jalan Raya Kecamatan Tongas akibat banyak pengendara lebih memilih jalan tol dibanding dengan jalur pantura.
“Itu juga yang harus dipertimbangkan oleh Pemerintah Pusat. Makanya kami usulkan kepada mereka agar setidaknya sudah ada gambaran dengan perekonomian yang selama ini mulai berjalan,” kata Sekretaris Bappeda Kabupaten Probolinggo Ana Maria Dwi Susiandari.
Dengan diusulkannya hal tersebut, ia berharap ada solusi yang justru tidak merugikan masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Sejatinya tol itu dibangun agar menumbuhkan perekonomian daerah. Tapi kalau misalkan tidak dipikirkan apa yang ada saat ini kami rasa salah. Untuk itu harapan kami ada pengganti mereka, apakah nanti akan disediakan rest area atau hal lainnya,” jelasnya.
Berdasar data yang dihimpun, tol Pasuruan-Probolinggo akan dibangun 2017. Tol sepanjang 31,3 kilometer ini akan melintasi tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.
Rinciannya, di Kecamatan Grati dan Nguling Kabupaten Pasuruan tol itu panjangnya 8 kilometer. Lalu di wilayah Kabupaten Probolinggo sepanjang 22,075 kilometer. Ditambah wilayah Kota Probolinggo 1,2 kilometer.
Di wilayah Probolinggo, tol itu melintasi Kecamatan Tongas, Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonoasih (Kota Probolinggo), Kecamatan Wonomerto, sampai Kecamatan Leces. Jadi, total ada 19 desa dan kelurahan yang bakal dilalui tol tersebut.
Sedangkan tanah yang dibutuhkan untuk tol ini mencapai 271,17 hektare. Tahapan persiapan ini diberi jatah selama dua tahun sampai 2017. Untuk proses pembebasan tanah ini, Pemerintah Pusat melalui APBN disediakan kurang dari Rp 1 triliun
Dengan dibangunnya tol tersebut tentu selain mengurai kepadatan kendaraan di jalur pantura, juga akan mengangkat sektor ekonomi di daerah tersebut. Termasuk untuk pengembangan wisata dan lain sebagainya. (maz/abh)


COMMENTS