Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 25/11/2015 PAITON - Rabu (25/11) siang, Kepala Desa (Kades) Jabung Candi Ahmad Haris membawa massa seb...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 25/11/2015
Dalam aksinya, Ahmad Haris bersama ratusan warganya yang geram karena ulah tak terpuji dari Kades Saiful langsung berbondong-bondong mendatangi balai Desa Jabung Wetan untuk menemui sang Kades. Namun, karena Saiful sedang tidak ada ditempat akhirnya perwakilan massa hanya menemui perangkat desa yang juga bungkam karena tidak mengetahui keberadaan kepala desanya.
Aksi ratusan warga itu sempat dihalau oleh sekitar 140 anggota polisi gabungan dari Polres Probolinggo dan Lumajang dan 2 unit K9 yang sejak pagi bersiaga mengamankan balai desa dan berjaga untuk menghindari adanya kericuhan.
Menurut Ahmad Haris, Kades Jabung Candi, dirinya kesal karena tak berhasil bertemu dengan Saiful. Ia kemudian langsung diberikan pemahaman oleh Forkopimka Paiton. Camat Paiton M. Yasin mengungkapkan kalau aksi itu sebenarnya tidak harus dilakukan seperti ini, karena menyangkut masalah aib.
“Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan baik-baik dan tak perlu melibatkan massa, apabila terbukti maka masalah tindakan asusila ini dapat dibawa ke badan kehormatan,” katanya.
Kasus dugaan perselingkuhan ini membuat berang Ahmad Haris yang langsung menceraikan istrinya Yuliati saat itu juga dan beberapa hari kemudian membawa masa untuk melurug Saiful.
“Dia sudah tidak pantas lagi memimpin Desa Jabung Wetan. Gara-gara masalah ini rumah tangga saya rusak dan kemarin saya sudah mendaftarkan perceraian dengan istri saya di Pengadilan Agama Kraksaan,” ungkap Ahmad Haris.
Diketahui, kedua kades aktif ini masih baru dilantik 2 bulan lalu dan harus menjalankan amanahnya beberapa tahun kedepan. Mereka dilantik secara serentak oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama kades lainnya di Pendopo Kabupaten Probolinggo. (maz/abh)


COMMENTS