Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 18/11/2015 LECES – Harga rata-rata bawang merah di cabe merah besar di Pasar Dringu, Leces, Maron da...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 18/11/2015
Perkembangan daftar harga ini didapat berdasarkan hasil survey dan pemantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo minggu ke-II dibandingkan minggu ke-III bulan Nopember 2015.
Komoditi lain yang mengalami penurunan harga diantaranya tomat dari Rp 3.413/kg menjadi Rp 2.688/kg (27,0%), wortel dari Rp 13.325/kg menjadi Rp 11.900/kg (12,0%), kacang hijau dari Rp 18.475/kg menjadi Rp 18.225/kg (1,4%) dan kedelai dari Rp 9.425/kg menjadi Rp 8.900/kg (5,9%).
Selanjutnya, minyak goreng Bimoli 2 lt dari Rp 23.375/btl menjadi Rp 22.900/btl (2,1%), minyak goreng curah dari Rp 9.075/kg menjadi Rp 9.038/kg (0,4%), daging sapi dari Rp 96.108/kg menjadi Rp 94.642/kg (1,5%).
Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan bahwa pada minggu ini rata-rata harga komoditi mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Penurunan terjadi pada komoditi cabe rawit, bawang merah, tomat, wortel dan kacang hijau. ”Penurunan harga terjadi karena komoditi tersebut persediaan di pasar mencukupi dan permintaan konsumen stabil,” ungkapnya.
Selain mengalami penurunan harga, sejumlah komoditi juga mengalami kenaikan harga. Seperti beras Ir 64 naik dari Rp 9.188/kg menjadi Rp 9.450/kg (2,8%), gula pasir dalam negeri dari Rp 10.688/kg menjadi Rp 10.900/kg (1,9%), daging ayam broiler dari Rp 28.500/kg menjadi Rp 29.413/kg (3,1%) dan telor ayam broiler dari Rp 16.913/kg menjadi Rp 17.875/kg (5,4%).
Selanjutnya, cabe merah besar naik dari Rp 7.913/kg menjadi Rp 10.025/kg (21,1%), bawang putih dari Rp 18.325/kg menjadi Rp 19.150/kg (4,3%), kentang dari Rp 8.575/kg menjadi Rp 8.750/kg (2,0%) dan kacang tanah dari Rp 20.413/kg menjadi Rp 20.938/kg (2,5%).
Menurut Sidik, komoditi yang mengalami kenaikan harga meliputi bersa Ir 64m gula pasir, daging ayam broiler dan cabe merah besar. ”Kenaikan harga ini dikarenakan permintaan konsumen stabil sedangkan hasil panen petani menurun,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS