Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at , 13/11/2015 KRAKSAAN - Sejak tahun 2002 silam hingga 2015 ini, Pemkab Probolinggo sudah mengge...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at , 13/11/2015
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Permodalan dan Pengendalian Umu Fatmah mengungkapkan dana KMK sebesar Rp 5,46 miliar masih nunggak karena berbagai macam faktor. “Masih ada 11,5 persen yang menjadi tunggakan,” ujarnya.
Tunggakan sebesar Rp 5,46 miliar itu menurut Umu terbilang masih bagus. Dengan kata lain, menurutnya, masyarakat Kabupaten Probolinggo masih terbilang sportif. Sebab tunggakan sebesar itu termasuk tidak terlalu tinggi.
Salah satu penyebab adanya tunggakan itu adalah karena usaha yang mendapat dana KMK tersebut tidak berjalan lagi atau kolaps. “Meski kolaps, mereka masih mempunyai kewajiban untuk melunasi pinjaman tersebut. Sebab, dana ini bersifat pinjaman dengan bunga 6 persen. Beda dengan dana hibah yang tidak wajib untuk melunasinya,” jelasnya.
Selain itu, tunggakan terjadi karena bermula dari pembayaran perbulan yang nunggak hingga menumpuk berbulan-bulan. “Biasanya dengan berjalan sepuluh bulan harusnya bayar sepuluh bulan. Ini malah sudah berjalan sepuluh bulan tapi masih bayar tiga bulan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap terus berupaya agar tunggakan yang berada di para nasabah tersebut terbayar. “Salah satunya, kami datangi ke rumah yang bersangkutan,” katanya.
Sementara, total dana KMK yang sudah mencapai Rp 47, 1 miliar itu semuanya berasal dari APBD Pemkab Probolinggo. Setiap tahun rata-rata dianggarkan Rp 5 miliar. Penganggaran KMK selalu diajukan Dinas Koperasi dan UKM jelang pembahasan RAPBD. “Kami ajukan sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.
Dana KMK sendiri didistribusikan ke beberapa jenis kredit untuk usaha. Yaitu kredit UKM, kredit KPRI, usaha produktif dan usaha mikro. “Jadi dari sejak awal program itu sampai sekarang dibagikan sesuai dengan jenis kredit. Yang jelas dari tahun 2002 lalu sampai sekarang ini dana yang sudah digelontorkan sebanyak Rp 47,1 miliar,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS