Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 27/11/2015 KRAKSAAN - Zubaidah (35), warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Proboli...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 27/11/2015
KRAKSAAN - Zubaidah (35), warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo masih merintih kesakitan di Ruang Asoka (bedah) RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kamis (26/11), dia merintih menahan sakit di perut dan sendinya. Sampai saat ini dia belum tahu tentang penyakit yang dideritanya.
Zubaidah masuk rumah sakit sejak Selasa (24/11) lalu. Begitu tiba dia langsung masuk di ruang IGD. Setelah beberapa jam kemudian dipindah ke ruangan bedah. Pada hari Rabu (25/11) selama 1 hari, Zubaidah mengaku belum ada tindakan apapun dari dokter maupun perawatnya. Karena tidak memapu menahan rasa sakit, akhirnya pada pukul 17.00 Subaidah, sambil membawa tiang infusnya dia mendatangi ruang perawat.
“Saya datang sendiri ke ruang perawat untuk meminta petunjuk kapan saya akan diperiksa dan mau di operasi. Kalaupun itu mau di operasi. Tapi, perawat bilang masih menunggu dokter dan obat untuk saya katanya masih belum ada,” katanya.
Abd. Muni (39) suami Zubaidah, mengaku kalau dirinya sudah berulang kali meminta kepada tim medis untuk memeriksa penyakit istrinya. Karena tidak ada respon akhirnya Zubaida yang merasakan kesakitan datang ke ruang perawat. Sejak masuk ruang bedah dari Selasa (24/11) malam kemarin, dia belum menemukan kejelasan tentang penyakitnya.
“Dokter hanya datang memeriksa hari Kamis kemarin, hanya melihat dan menekan perut isteri saya. Setelah itu pergi dan sampai sekarang tidak diperiksa lagi. Padahal kami ingin tahu penyakitnya itu apa,” ujarnya.
Sampai saat ini pihak keluarganya sangat menunggu kepastian dari dokter, karena sudah beberapa hari ini belun ada perkembangan. Karena Zubaidah opname di RSUD Waluyo Jati Kraksaan tidak memakai jaminan apapun.
“Saya khawatir biayanya bertambah banyak kalau terus ada disini tanpa kepastian. Sedangkan kami berobat tidak memakai Jamkesmas atau pun BPJS, kami pasien umum. Dari pada tidak kepastian mending dirawat dirumah saja,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Dyah Kuncarawati mengungkapkan jika pihak dokter bedah sudah memeriksa pasien bernama Zubaidah. Namun, tidak setiap waktu. Karena di sisi lain kata Dyah, dokter spesialis bedah di RSUD Waluyo Jati memang sangat terbatas.
“Bukan tidak diperiksa, dia sudah diperiksa tapi masih menunggu, karena dokternya masih banyak menangani pasien lain. Saya harap pasien dan keluarganya bersabar dulu. Pasti segera dilakukan tindakan kok dan penyakitnya segera ditangani,” katanya. (maz/abh)
Jum'at, 27/11/2015
KRAKSAAN - Zubaidah (35), warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo masih merintih kesakitan di Ruang Asoka (bedah) RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kamis (26/11), dia merintih menahan sakit di perut dan sendinya. Sampai saat ini dia belum tahu tentang penyakit yang dideritanya.Zubaidah masuk rumah sakit sejak Selasa (24/11) lalu. Begitu tiba dia langsung masuk di ruang IGD. Setelah beberapa jam kemudian dipindah ke ruangan bedah. Pada hari Rabu (25/11) selama 1 hari, Zubaidah mengaku belum ada tindakan apapun dari dokter maupun perawatnya. Karena tidak memapu menahan rasa sakit, akhirnya pada pukul 17.00 Subaidah, sambil membawa tiang infusnya dia mendatangi ruang perawat.
“Saya datang sendiri ke ruang perawat untuk meminta petunjuk kapan saya akan diperiksa dan mau di operasi. Kalaupun itu mau di operasi. Tapi, perawat bilang masih menunggu dokter dan obat untuk saya katanya masih belum ada,” katanya.
Abd. Muni (39) suami Zubaidah, mengaku kalau dirinya sudah berulang kali meminta kepada tim medis untuk memeriksa penyakit istrinya. Karena tidak ada respon akhirnya Zubaida yang merasakan kesakitan datang ke ruang perawat. Sejak masuk ruang bedah dari Selasa (24/11) malam kemarin, dia belum menemukan kejelasan tentang penyakitnya.
“Dokter hanya datang memeriksa hari Kamis kemarin, hanya melihat dan menekan perut isteri saya. Setelah itu pergi dan sampai sekarang tidak diperiksa lagi. Padahal kami ingin tahu penyakitnya itu apa,” ujarnya.
Sampai saat ini pihak keluarganya sangat menunggu kepastian dari dokter, karena sudah beberapa hari ini belun ada perkembangan. Karena Zubaidah opname di RSUD Waluyo Jati Kraksaan tidak memakai jaminan apapun.
“Saya khawatir biayanya bertambah banyak kalau terus ada disini tanpa kepastian. Sedangkan kami berobat tidak memakai Jamkesmas atau pun BPJS, kami pasien umum. Dari pada tidak kepastian mending dirawat dirumah saja,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Dyah Kuncarawati mengungkapkan jika pihak dokter bedah sudah memeriksa pasien bernama Zubaidah. Namun, tidak setiap waktu. Karena di sisi lain kata Dyah, dokter spesialis bedah di RSUD Waluyo Jati memang sangat terbatas.
“Bukan tidak diperiksa, dia sudah diperiksa tapi masih menunggu, karena dokternya masih banyak menangani pasien lain. Saya harap pasien dan keluarganya bersabar dulu. Pasti segera dilakukan tindakan kok dan penyakitnya segera ditangani,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS