Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 14/11/2015 KRAKSAAN - Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Probolinggo memasuki gelombang k...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 14/11/2015
KRAKSAAN - Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Probolinggo memasuki gelombang ketiga yang akan dilaksanakan pada 18 November mendatang. Dari hasil UKG tersebut akan dijadikan dasar pemetaan.
Dalam melaksanakan UKG ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menyesuaikan rekomendasi dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Adapun UKG gelombang ketiga akan dilakukan di lima lokasi. Yaitu SMKN 1 Kraksaan, SMKN 2 Kraksaan, Yayasan Nurur Rohmah Kraksaan, SMK Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Saqo) dan SMA Nurul Jadid Paiton.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Tenaga Kependidikan Edy Karyawan mengatakan sesuai informasi dari LPMP, UKG 2105 ini akan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini. “Memang jadwal dari sana dari 9 November sampai akhir November, tapi di Kabupaten Probolinggo jadwalnya 18 November 2015,” ungkapnya.
Edy menambahkan, hasil dari UKG akan dijadikan dasar pemetaan. Untuk nilai yang paling anjlok nantinya akan ditindaklanjuti dengan pelatihan terhadap guru di Kabupaten Probolinggo.
“Kalau berpengaruh pada sertifikasi sepertinya tidak juga. Hanya saja nanti setelah tahu hasil dari UKG akan dilanjutkan ke pelatihan pada yang nilainya paling anjlok,” katanya.
Dijelaskan Edy, peserta UKG adalah para guru sertifikasi dan guru yang telah mengantongi NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) serta Nomor Registrasi ID. “Guru sertifikasi sebanyak 4.115 orang. Peserta UKG selain guru sertifikasi jumlahnya masih proses penghitungan. Semuanya wajib ikut,” jelasnya.
Rencananya UKG ini akan dilakukan secara online di lima tempat. UKG pertama sudah dilakukan pada 2012 dengan metode online dan offline. Saat itu rata-rata nilai yang didapat para guru adalah 4,7. Tapi, ada juga yang mendapat nilai nol.
“UKG mendatang ini digelar untuk menentukan grade dari para guru bersertifikasi, dengan harapan pada 2018 mendatang semua guru sudah mempunyai nilai 8.00,” tegasnya.
Edy berharap guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti UKG mempersiapkan diri. Sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengikuti UKG. “Jangan sampai mendapatkan nilai seperti saat pelaksanaan UKG beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (maz/abh)
Sabtu, 14/11/2015
Dalam melaksanakan UKG ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menyesuaikan rekomendasi dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Adapun UKG gelombang ketiga akan dilakukan di lima lokasi. Yaitu SMKN 1 Kraksaan, SMKN 2 Kraksaan, Yayasan Nurur Rohmah Kraksaan, SMK Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Saqo) dan SMA Nurul Jadid Paiton.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kabid Tenaga Kependidikan Edy Karyawan mengatakan sesuai informasi dari LPMP, UKG 2105 ini akan dilaksanakan pada pertengahan bulan ini. “Memang jadwal dari sana dari 9 November sampai akhir November, tapi di Kabupaten Probolinggo jadwalnya 18 November 2015,” ungkapnya.
Edy menambahkan, hasil dari UKG akan dijadikan dasar pemetaan. Untuk nilai yang paling anjlok nantinya akan ditindaklanjuti dengan pelatihan terhadap guru di Kabupaten Probolinggo.
“Kalau berpengaruh pada sertifikasi sepertinya tidak juga. Hanya saja nanti setelah tahu hasil dari UKG akan dilanjutkan ke pelatihan pada yang nilainya paling anjlok,” katanya.
Dijelaskan Edy, peserta UKG adalah para guru sertifikasi dan guru yang telah mengantongi NUPTK (Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan) serta Nomor Registrasi ID. “Guru sertifikasi sebanyak 4.115 orang. Peserta UKG selain guru sertifikasi jumlahnya masih proses penghitungan. Semuanya wajib ikut,” jelasnya.
Rencananya UKG ini akan dilakukan secara online di lima tempat. UKG pertama sudah dilakukan pada 2012 dengan metode online dan offline. Saat itu rata-rata nilai yang didapat para guru adalah 4,7. Tapi, ada juga yang mendapat nilai nol.
“UKG mendatang ini digelar untuk menentukan grade dari para guru bersertifikasi, dengan harapan pada 2018 mendatang semua guru sudah mempunyai nilai 8.00,” tegasnya.
Edy berharap guru yang sudah memenuhi syarat untuk mengikuti UKG mempersiapkan diri. Sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengikuti UKG. “Jangan sampai mendapatkan nilai seperti saat pelaksanaan UKG beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS