Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 26/11/2015 SUKAPURA - Sudah dua pekan ini aktivitas Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapu...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 26/11/2015
SUKAPURA - Sudah dua pekan ini aktivitas Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura mengalami kenaikan fluktuaktif. Dimana aktifitas kegempaan tremornya dari kawah Bromo mengeluarkan asap putih pekat bercampur abu vulkanik mengarah ke barat daya, Kamis (26/11) siang.
Bahkan tiga hari terakhir ini, abu vulkanik mengandung silica mengarah ke utara. Abu vulkanik Bromo menghujani kaldera dan pemukiman warga suku Tengger pada malam hari.
Atas kondisi tersebut, Pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo di Dusun Cemoro Lawang Desa Ngadisasi Kecamatan Sukapura dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo menghimbau pengunjung dan warga untuk memakai masker jika berada di wilayah terdekat dari Gunung Bromo. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesehatan khususnya pernafasan.
Kepala pos PGA Bromo Subhan, mengatakan kalau saat ini aktivitas Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik di sekitar gunung. “Beberapa hari belakangn ini, aktivitasnya memang betambah naik. Dari itu pengunjung yang hendak menuju ke kawah diharap waspada dan tidak terlalu mendekat, itupun harus mengenakan masker,” katanya.
Dampak abu vulkanik lanjut Subhan, sudah dirasakan warga suku Tengger dan pengunjung wisata Bromo sejak 3 hari terakhir ini. Sementara itu, dampak abu vulkanik juga mengganggu siswa saat bersekolah. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan membagikan masker gratis agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu debu vulkanik Bromo.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan dampak abu vulkanik sudah dirasakan siswa siswi saat bersekolah. Dan itu cukup membahayakan dan menganggu aktifitas saat jam pelajaran sekolah berlangsung, meski abu vulkanik derasnya pada malam hari.
Hasil pengamatan yang dilakukan petugas pos PGA Bromo pada Kamis (26/11) menyebutkan bahwa data seismograph gempa tremor menerus 0,5 sampai mendatar 6 milimeter, dominan 4 mili meter, status masih waspada level 2. Namun tetap melarang pengunjung atau warga dengan jarak 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo. (maz/abh)


COMMENTS