Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 19/11/2015 PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 19/11/2015
Seminar UPPKS yang dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Asy’ari ini diikuti oleh 147 peserta terdiri dari perwakilan kecamatan, pengurus MWCNU, pengurus LKKNU, Koordinator PKB dan Kelompok UPPKS di 13 kecamatan.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga BPPKB Kabupaten Probolinggo Imam Syafi'i mengatakan seminar UPPKS ini bertujuan untuk mengetahui pola pengorganisasian UPPS, mengetahui kiat-kiat kelompok dalam aspek permodalan, mengetahui proses produksi, jenis usaha, bahan baku dan pemasarannya serta mengetahui dukungan institusi yang mendukung kelompok UPPKS.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta agar bisa lebih konsisten dan lebih produktif dalam pengembangan kelompok UPPKS. Sementara untuk penentu kebijakan dapat dipakai sebagai masukan dalam menentukan strategi penggarapan dalam upaya meningkatkan usaha ekonomi produktif kelompok UPPKS,” katanya.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Asy’ari mengharapkan seluruh kelompok UPPKS bisa tergugah perasaan, hati dan semangatnya sehingga dalam diri mereka bisa memiliki jiwa kewirausahaan.
“Dari kesungguhan kelompok dalam mengelola usaha ekonomi produktif, sehingga menumbuhkan keyakinan dan kepedulian pemerintah dalam mendukung program UPPKS, yang mana sejumlah instansi pemerintah dan swasta memberikan dukungan dalam bentuk bantuan modal usaha yang harus dikembalikan dengan bunga ringan yang dikelola oleh kelompok UPPKS itu sendiri,” ujarnya.
Menurut Asy’ari, membangun usaha dalam bentuk kelompok jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan membangun usaha secara perseorangan. “Karena kita bisa tahu bagaimana rasanya pengalaman ketika baru merintis usaha dan mengembangkannya bersama-sama antar anggota kelompok,” pungkasnya.
Dalam seminar UPPKS ini, para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Bank BTPN, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo. (wan/abh)


COMMENTS