Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 02/11/2015 KRAKSAAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Proboling...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 02/11/2015
“Oleh karena itu saya berupaya terus memberikan semangat kepada seluruh keluarga besar BPBD untuk bekerja secara optimal dan ikhlas. Apalagi bertugas di BPBD adalah hal yang sangat mulia. Bayangkan saja, saat enak-enak tidur dan tiba-tiba ada bencana, kita ada di luar di tengah-tengah bencana. Ini butuh semangat dan keikhlasan. Sebab jika sudah terjadi bencana, kita tidak mengenal waktu dan terus berada di daerah bencana,” katanya.
Menurut Joko, panggilan akrab Dwijoko Nurjayadi, dalam rangka memperkuat kelembagaan BPBD dan menyempurnakan penanggulangan bencana dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tetapi selama ini keterbatasan di BPBD adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena jika dilihat dari tupoksinya, maka BPBD membutuhkan tenaga-tenaga ahli mulai dari perencanaan, kontruksi, rehabilitasi, kependudukan hingga IT.
“Sementara untuk peralatan yang kita punya, selama ini masih mengandalkan bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Sedangkan di eksternal, BPBD masih dianggap sebagai lembaga buangan,” tegasnya.
Mantan Camat Dringu ini menambahkan, perjalanan 5 tahun dengan segala keterbatasan dan semangat lebih baik, satu persatu pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo diperbaiki dan ditingkatkan sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPBD dan Undang-undang (UU) Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan itu dilakukan mulai dari membuat program 1 desa 1 relawan, pembentukan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), Tim Reaksi Cepat (TRC), Early Warning System (EWS) dan pengajuan regulasi Perda Tentang Penanggulangan Bencana di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS