Powered by Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Contact Us

Radio Bromo FM 92,3
Jl Rengganis no 1 kraksaan
Gedung Islamic center lantai 1
Telp. (0335) 842 743
Online (0335) 844 883
Marketing :
CP. YOGO PRASETYO 082 302 497 380

e-mail

bromofm@probolinggokab.go.id

FIND US ON :


Anda Dapat Mendengarkan Radio Bromo FB via iPad , BB klik saja nux radio | Tunein.

Benih Lelenya Tembus Batam dan Kendari

Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 29/11/2015 GENDING - Di antara 22 Unit Pembenih Rakyat (UPR) ikan lele di Kabupaten Probolinggo, n...

Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 29/11/2015


GENDING - Di antara 22 Unit Pembenih Rakyat (UPR) ikan lele di Kabupaten Probolinggo, nama Mansyur Slamet cukup moncer. Maklum, warga Desa Klaseman, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo itu sukses memasarkan benih lelenya di pasar lokal hingga menembus Batam dan Kendari.

Meski menjadi pembenih lele yang sukses, pria kelahiran 3 April 1974 ini sangat rendah hati (low profile). Ia selalu mengatakan, dirinya masih terus belajar mengembangkan UPR lele. Mansyur pun berbekal lahan di samping rumahnya untuk mengembangkan benih lele. Setiap hari ia berkutat di dekat rumahnya demi menghasilkan ribuan benih lele.

Kisah sukses Mansyur tidak semudah membalik telapak tangan. Ia mengaku, harus bersusah payah hingga akhirnya berhasil memanen benih lele. Sebab tidak semua orang bisa untuk menjalankan usaha pembenihan ikan lele. Dibutuhkan ketelatenan dan mengerti ilmu pembenihan ikan lele. “Yang terpenting lagi, harus hobby dan senang memelihara lele. Sebab jika kita sudah tidak senang, maka jangan harap akan sukses,” ujarnya.

Ayah dua anak ini mengatakan, dirinya memulai usaha pembenihan lele pada akhir tahun 2012 silam. Saat itu ia mengeluarkan modal awal sebesar Rp 30 juta. Ilmu pembenihan lele itu didapat dari saudaranya yang berada di daerah Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Usaha pembenihan ikan lele ini sebenarnya sudah terprogram sejak tahun 2009. Namun baru bisa terwujud pada akhir tahun 2012. Sebelum menggeluti usaha ini, saya sering berganti-ganti profesi mulai dari mekanik bengkel, transportasi, hingga melayani carteran,” jelasnya.

Menurut lelaki lulusan STM jurusan mesin ini, awalnya dirinya hanya mempunyai 5 kolam saja. Tidak hanya itu, saat awal membuka usaha tersebut pakan bagi “bayi” (benih) lele berupa cacing merah sulit didapat. Kalau pun ada harganya relatif mahal hingga kisaran Rp 17.500 per liter. Untuk mengurangi beban biaya, akhirnya dengan dibantu temannya, cacing merah tersebut dicari sendiri hingga ke Kota Probolinggo.

“Waktu itu indukan lele saya beli di Blitar sebanyak dua paket dengan benih sekitar 30 ekor. Dalam sebulan, indukan ini bisa bertelor antara 5 hingga 8 kali. Kapasitas produksi telurnya pun berkisar antara 50 ribu hingga 100 ribu ekor per bulan. Alhamdulillah, sejak awal bulan April 2014 ini saya sudah menjual sebanyak 50 ribu ekor benih lele,” terangnya.

Selain melayani pembudidaya lokal, Mansyur mengaku juga melayani permintaan benih lele hingga Batam dan Kendari. Sekali kiriman mencapai 40 ribu hingga 50 ribu ekor benih lele yang dikirim via kargo.

Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung panjang dan diameter benih lele. “Dalam penjualan kita menggunakan dua metode. Yaitu, panjang lele 5 cm dan lingkar kepala 10 mm. Tergantung dari daerah mana yang memesannya,” katanya.

Suami Susana itu mengaku, dalam sebulan omzet penualan benih lelenya mencapai Rp 7 juta hingga Rp 9 juta. Hasil ini masih dikurangi biaya pakan dan pengiriman yang mencapai Rp 2 juta per bulan. Kira-kira hasil bersihnya sekitar Rp 7 jutaan,” ungkapnya.

Dikatakan usaha pembenihan benih lele sebenarnya cukup mudah tetapi harus telaten. Indukan yang sudah siap dipijahkan (dikawinkan) dengan berat rata-rata 9 ons hingga 2 Kg yang ditaruh di tempat pemijahan selama semalam, paginya sudah bertelur. Setelah itu induknya diangkat, sorenya telur sudah menetas.

Satu indukan, kata Mansyur, bisa menghasilkan 20 ribu hingga 30 ribu telur. Dari jumlah ini, sekitar 60% di antaranya bisa bertahan hidup tergantung dari kualitas indukannya. Benih baru ini kemudian dibiarkan dalam kolam dengan ketinggian air 14 hingga 20 cm selama 15 hari. Setelah usianya 3 minggu, benih sudah bisa dikirim. Tiga hari setelah menetas benih diberi makan cacing sampai umur seminggu. Setelah umur 7 hingga 8 hari baru diberi konsentrat.

Saat ini, kata Mansyur, dirinya masih sering mengalami kekurangan stok benih. Soalnya, dalam sebulan permintaan berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu benih. “Saya hanya bisa menghasilkan 100 ribu benih,” tegasnya.

“Oleh karena itu saya berencana akan menambah kolam dan sumur pompa. Saat ini saya baru memiliki 15 kolam saja. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan kolam ini saya bisa memenuhi permintaan benih yang sangat tinggi,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Budidaya Perikanan pada Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 22 pembenih ikan lele. Dari jumlah tersebut belum ada yang membentuk kelompok, hanya ada paguyuban saja. “Tiap sebulan sekali mereka bertemu untuk sharing ilmu dan membahas keluhan-keluhan dari para pembenih,” ujarnya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, paling tidak nantinya pembenih lele ini bisa semakin berkembang. Sehingga kebutuhan benih lele bisa bisa dipenuhi sendiri. Sebab pembudidaya lele membutuhkan benih yang berkualitas dengan angka kematian yang rendah.

“Semoga pembenihan lele ini bisa terus meningkatkan kapasitas produksinya untuk memenuhi permintaan para pembudidaya. Kami akan berupaya untuk ikut membantu walaupun tidak bisa maksimal dengan harapan bermanfaat bagi pembenih ikan lele,” harap Ipung. (wan/abh)

COMMENTS

under
Name

bupati,156,coverage area,1,data primary,1,ekonomi,423,gayahidup,196,internasional,12,kecelakaan,109,kemasyarakatan,482,kesehatan,211,kriminal,248,loker,3,LPPL RADIO BROMO FM,3,nasional,12,officer,1,otomotif,10,pemerintahan,504,pendidikan,442,peristiwa,175,pobolinggo,1,probo,1,probolinggo,2428,programsiar,2,rate iklan,1,selebriti,10,sepakbola,6,siar,1,sport,62,techno,11,
ltr
item
Bromo FM 92,3 MHz: Benih Lelenya Tembus Batam dan Kendari
Benih Lelenya Tembus Batam dan Kendari
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9jE4GYXH_clqRliDBYYD2Y7z6PWtYxcFTCbTdu7TPiK7ROOfPxVs58BL7kggsBK3o8mg_Vri3ZdhwXqrup3Me0cZK7xW29HECzPUhR_Ekor7E2OqS2f4AUAPA_utRHT4HkSp9AkEk7OE/s1600/Benih+Lelenya+Tembus+Batam+dan+Kendari.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9jE4GYXH_clqRliDBYYD2Y7z6PWtYxcFTCbTdu7TPiK7ROOfPxVs58BL7kggsBK3o8mg_Vri3ZdhwXqrup3Me0cZK7xW29HECzPUhR_Ekor7E2OqS2f4AUAPA_utRHT4HkSp9AkEk7OE/s72-c/Benih+Lelenya+Tembus+Batam+dan+Kendari.jpg
Bromo FM 92,3 MHz
https://bromofm923mhz.blogspot.com/2015/11/benih-lelenya-tembus-batam-dan-kendari.html
https://bromofm923mhz.blogspot.com/
http://bromofm923mhz.blogspot.com/
http://bromofm923mhz.blogspot.com/2015/11/benih-lelenya-tembus-batam-dan-kendari.html
true
6228715709984112104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy