Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 29/11/2015 SUKAPURA - Secara visual, asap putih kelabu masih terus keluar dari kawah Gunung Bromo...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 29/11/2015
Ironisnya, dengan kondisi gunung Bromo yang fluktuatif dan mengalami peningkatan aktivitas, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) selaku pengelola wisata justru membuka akses jalan menuju kawah Bromo. Dimana per tanggal 28 Nopember 2015, TN-BTS justru memperbolehkan pengunjung mendekat kawah bromo.
Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Farianna Prabandari selaku Kepala Bidang Wilayah 1 TNBTS mengungkapkan bahwa dibukanya pendakian ke kawah Bromo sudah sesuai dengan pengamatan tim yang menyebutkan bahwa Bromo dalam kondisi stabil.
Hari Cahyono, pengunjung asal Jakarta mengaku sempat naik ke kawah Bromo. Namun, bau belerang sangat terasa saat di puncak, selain itu tak ada petugas disekitar kawah Bromo. “Saya naik ke kawah ternyata tidak dilarang oleh petugas. Foto foto di tangga juga tidak masalah,” ujarnya.
Ahmad Subhan, Kepala Pos Pantau Gunung Api Bromo mengatakan, aktivitas Gunung Bromo sulit ditebak dan bisa sewaktu-waktu terjadi lontaran material vulkanik seperti yang terjadi pada tahun 2004, dimana dua pengunjung tewas terkena meterial vulkanik saat berada dipuncak. Erupsi terjadi secara tiba-tiba selama 20 menit.
“Aktivitas hari ini meningkat dari hari kemarin. Dimana kemarin 4 sampai 6 milimeter dominan 4, saat ini 5 sampai 7 milimeter dominan 5. Sebenarnya harus tetap dilarang naik ke kawah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.
Meski pihak TN-BTS memperboleh pengunjung naik ke kawah, namun pihak Pos Pantau Gunung Bromo tetap merekomendasi tidak mendekat kawah dengan radius 1 kilo meter. Hingga saat ini,status Gunung Bromo pada level waspada. (maz/abh)


COMMENTS