Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 15/11/2015 SUKAPURA - Aktivitas Gunung Bromo, Minggu (15/11) siang berdasarkan pengamatan dari Pos...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 15/11/2015
SUKAPURA - Aktivitas Gunung Bromo, Minggu (15/11) siang berdasarkan pengamatan dari Pos Pantau Gunung Bromo di Dusun Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura terpantau masih ada semburan asap yang berasal dari kawah. Asap yang masih cenderung pekat dengan warna putih dan kadang-kadang kelabu.Berdasarkan pengamatan tersebut, aktivitas kegempaan Gunung Bromo mengalami peningkatan. Dimana sehari sebelumnya amplitudo tremor hanya dikisaran 0,5 milimeter, kini melonjak hingga 6 milimeter dengan rata-rata dominan 3 milimeter. Bahkan, dalam 12 jam terakhir, sudah terjadi satu kali gempa vulkanik dalam, di dasar kawah Gunung Bromo.
Dampak kenaikan aktivitas yang berubah-ubah ini menyebabkan aroma belerang yang disemburkan dari dalam kawah Gunung Bromo sangat mengganggu terhadap pengunjung wisatawan Gunung Bromo.
Rizal, salah satu pengunjung dari Jakarta mengaku belum mendapatkan pemberitahuan kalau aktifitas Gunung Bromo mengalami peningkatan. Sehingga menyebabkan dia menghirup bau belerang. Meskipun mencoba memakai masker, tetapi baunya tetap tembus. “Tidak ada pemberitahuan bahwa aktivitas Gunung Bromo meningkat. Aroma bau belerang sangat mengganggu pernafasan dan tembus meski pakai masker,” akunya.
Akibat meningkatnya aktivitas gunung Bromo membuat obyek wisata ini sepi. Karena pengelola melarang wisatawan mendekat dengan radius kurang lebih 1 km. Sepinya wisatawan dirasakan oleh pemilik jasa ojek kuda. Dimana, pendapatan mereka terus menurun antara 30 sampai 40 persen dari sebelumnya.
“Sepi karena dampak kenaikan aktifitas gunung Bromo. Kalau dihitung-hitung pendapatan kami menurun 30 persen dari biasanya. Kalau normal, biasanya sehari mendapatkan Rp 300 ribu, sekarang Rp 150 hingga 200 ribu saja sehari,” ujar Puji, salah satu pemilik jasa ojek kuda.
Hingga saat ini status Gunung Bromo masih berada dalam level waspada. Petugas pun melarang pengunjung dan warga untuk tidak mendekat ke kawah dengan radius 1 kilo meter. Meskipun demikian, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNB-TS) masih belum ada rencana untuk menutup wisata Gunung Bromo tersebut. (maz/abh)


COMMENTS