Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 18/11/2015 SUKAPURA – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo sampai Selasa (17/11) masih fluktuatif. Intens...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 18/11/2015
Kepala pengawas PVMBG Ahmad Subhan mengatakan, dari pantauan seismik, volume masih tinggi. “Jadi untuk sekarang amplitudo maksimumnya masih antara 0,5 hingga 6 milimeter. Dan dominan 4 milimeter. Kalau normal, 0,5 milimeter mendatar 1,” jelasnya.
Sedangkan untuk visual menurut Subhan, sampai saat ini masih berubah-ubah setiap hari. Kemarin misalnya, kawah dominan uap air. Sedangkan belarangnya masih cukup tinggi. Hanya, bau belerang tersebut masih berada di sekitar kawah Gunung Bromo. “Makanya dengan kondisi seperti itu, kami larang kepada pengunjung maupun warga sekitar untuk mendekati kawah Gunung Bromo radius 1 kilometer,” terangnya.
Sedangkan suhu udara berada di kisaran antara 8-23 derajat celcius. Dan ketinggian asap 50-150 ke arah barat daya. “Dari kawah sesekali keluar abu tipis namun jatuhnya di sekitar kawah. Juga keluar belerang yang cukup tinggi dari dasar kawah dengan dominan uap air,” katanya.
Meski waspada, ke depan Gunung Bromo bisa saja erupsi. Namun erupsi tersebut diprediksi tidak sekaligus, melainkan perlahan-lahan. “Ke depan erupsinya perlahan,” akunya.
Kondisi Gunung Bromo inipun direspons sejumlah SKPD Pemkab Probolinggo. Seperti, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) bersama Polres Probolinggo dengan membuat jalur aman yang dapat didatangi warga dan wisatawan.
BPBD memasang rambu-rambu larangan di empat titik. Yaitu di puncak Gunung Bromo, tangga kawah, Pura Agung dan bunker (lubang untuk pengamanan diri jika ada bencana). Rambu tersebut berisi larangan bagi warga maupun wisatawan untuk mendekati kawah Bromo dengan jarak 1 kilometer.
“Ini untuk menghindari korban seperti tahun 2004 saat ada 2 wisatawan asing yang nekat mendaki,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
BPBD juga sudah membuat jalur evakuasi jika nanti kondisi Bromo meningkat. Rencananya tempat evakuasi tersebut ditempatkan di kantor Kecamatan Sukapura dan Kantor Kecamatan Sumber.
Untuk menghindari korban jiwa, Polres juga akan menempatkan sejumlah personel di 4 titik tersebut. Yaitu di puncak, tangga, pura dan bunker. Rencananya jika kondisi terus memburuk, Polres Probolinggo akan menerjunkan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) di 4 titik tersebut. “Kami berencana menempatkan 1 SSK sekitar 30 personel di 4 titik,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan.
Adapun daerah yang terkena dampak asap kawah Bromo meliputi 3 titik. Yaitu di radius 5 km dengan luas areal terdampak mencapai 4.632 ha, di radius 10 km dengan luas areal 8.681 ha, dan di radius 15 km dengan luas areal mencapai 5.666 ha. (maz/abh)


COMMENTS