Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 02/11/2015 KRAKSAAN – Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang terc...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 02/11/2015
“Berdasarkan hasil analisis kerawanan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo, 58 desa masuk kategori sangat rawan, 9 desa rawan, 23 desa cukup rawan, 19 desa cukup tahan pangan, 21 desa tahan pangan dan 200 desa sangat tahan pangan,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono.
Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian ini, terdapat 12 indikator yang menjadi faktor penyebab kerawanan pangan tingkat desa. Yakni, ketersediaan pangan, rasio pelayanan toko, lahan tidak beririgasi, KK yang rumahnya dari bambu dan penduduk tidak bekerja.
“Selain itu, KK dibawah garis kemiskinan, rumah tangga yang tidak mempunyai akses listrik, angka kematian bayi, penduduk tanpa akses air bersih, balita kurang gizi, buta huruf dan penduduk tidak tamat SD,” jelasnya.
Pria kelahiran Probolinggo, 5 Oktober 1962 ini menerangkan, tugas BKP4 Kabupaten Probolinggo sangat berat dalam menjamin ketersediaan pangan yang strateginya tergantung kepada produksi dan berimbas kepada gizi masyarakat. “Jika gagal, maka gizi masyarakat akan buruk. Kalau gizinya sudah buruk tentunya akan berpengaruh kepada SDM masyarakat Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) ini menambahkan, untuk melihat kerawanan terhadap ketahanan pangan maka disusunlah peta rawan pangan sebagai analisa untuk digunakan arah kebijakan dalam memenuhi kebutuhan pangan
“Ada tiga pilar utama ketahanan pangan. Yakni ketersediaan pangan, akses pangan dan konsumsi pangan. Jika ketiganya tersedia dengan baik, maka tidak akan ada daerah yang mengalami rawan pangan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS