Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 26/10/2015 KRAKSAAN - Ada rencana pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api di s...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 26/10/2015
KRAKSAAN - Ada rencana pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api di sejumlah daerah. Salah satu yang juga disebut-sebut adalah jalur kereta api Probolinggo- Banyuwangi atau Probowangi yang melintasi jalur utara. Jalur kereta api itu konon sudah ada di zaman kolonial Belanda, tapi sudah lama pula mati.
Jalur kereta api dari Probolinggo-Kraksaan-Situbondo, sebagian masih ada sisanya. Rel kereta api untuk jalur tersebut masih ada sebagian yang tersisa di beberapa daerah Kabupaten Probolinggo. Di Kota Kraksaan sendiri ada bekas Stasiun Kraksaan yang saat ini sudah berubah bentuk, berada di dekat salah satu pusat perbelanjaan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, di masa pemerintahan sebelumnya, rencana itu sudah ada. Bahkan reaktivasi jalur kereta api tidak hanya Probolinggo-Kraksaan, tapi hingga ke Banyuwangi lewat jalur utara. “Jadi melewati jalur utara, bukan jalur yang saat ini aktif. Itu sudah dirapatkan pada pemerintahan Presiden SBY,” katanya.
Namun, dalam wacana reaktivasi tersebut, jalurnya tidak akan menggunakan jalur lama yang dominan berada di sisi selatan jalan pantura. Tapi, wacananya, akan menggunakan lahan sisa yang berada di sisi utara jalan pantura. Sebab saat ini banyak bekas rel kereta api tersebut sudah berbentuk jalan.
“Jadi buka lagi di sisi utara. Rencananya memang sampai ke Banyuwangi. Namun untuk lebih jelasnya dan kapan akan terealisasi, bisa dikonfirmasi ke pihak Daops IX Jember,” jelasnya.
Sementara Eko Sri Mulyanto, Humas PT KAI Daops IX Jember yang juga meliputi wilayah Probolinggo mengatakan, sejauh ini pihaknya masih fokus pada peningkatan bantaran rel KAI dari Bangil ke Probolinggo. “Masih fokus pada pergantian bantaran rel kereta api, agar kecepatan kereta lebih cepat. Dari 60 kilometer ke 100 kolometer per jam,” ujarnya.
Terkait dengan rencana reaktivasi menurut Eko, pada Dops IX Jember hanya ada satu daerah. Yakni jalur Jember ke Situbondo. Sedangkan untuk Probolinggo ke Kraksaan atau hingga ke Banyuwangi yang melintasi ke jalur utara, masih belum ada titik terang. “Rencana itu memang ada, tapi sampai sekarang masih belum ada tindak lanjut,” pungkasnya. (maz/abh)
Jalur kereta api dari Probolinggo-Kraksaan-Situbondo, sebagian masih ada sisanya. Rel kereta api untuk jalur tersebut masih ada sebagian yang tersisa di beberapa daerah Kabupaten Probolinggo. Di Kota Kraksaan sendiri ada bekas Stasiun Kraksaan yang saat ini sudah berubah bentuk, berada di dekat salah satu pusat perbelanjaan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, di masa pemerintahan sebelumnya, rencana itu sudah ada. Bahkan reaktivasi jalur kereta api tidak hanya Probolinggo-Kraksaan, tapi hingga ke Banyuwangi lewat jalur utara. “Jadi melewati jalur utara, bukan jalur yang saat ini aktif. Itu sudah dirapatkan pada pemerintahan Presiden SBY,” katanya.
Namun, dalam wacana reaktivasi tersebut, jalurnya tidak akan menggunakan jalur lama yang dominan berada di sisi selatan jalan pantura. Tapi, wacananya, akan menggunakan lahan sisa yang berada di sisi utara jalan pantura. Sebab saat ini banyak bekas rel kereta api tersebut sudah berbentuk jalan.
“Jadi buka lagi di sisi utara. Rencananya memang sampai ke Banyuwangi. Namun untuk lebih jelasnya dan kapan akan terealisasi, bisa dikonfirmasi ke pihak Daops IX Jember,” jelasnya.
Sementara Eko Sri Mulyanto, Humas PT KAI Daops IX Jember yang juga meliputi wilayah Probolinggo mengatakan, sejauh ini pihaknya masih fokus pada peningkatan bantaran rel KAI dari Bangil ke Probolinggo. “Masih fokus pada pergantian bantaran rel kereta api, agar kecepatan kereta lebih cepat. Dari 60 kilometer ke 100 kolometer per jam,” ujarnya.
Terkait dengan rencana reaktivasi menurut Eko, pada Dops IX Jember hanya ada satu daerah. Yakni jalur Jember ke Situbondo. Sedangkan untuk Probolinggo ke Kraksaan atau hingga ke Banyuwangi yang melintasi ke jalur utara, masih belum ada titik terang. “Rencana itu memang ada, tapi sampai sekarang masih belum ada tindak lanjut,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS