Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 03/10/2015 KRAKSAAN - Kedatangan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE dan suaminya Drs H Hasan Ami...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 03/10/2015
KRAKSAAN - Kedatangan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE dan suaminya Drs H Hasan Aminuddin MSi dari menunaikan ibadah haji disambut haru ribuan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Bahkan masyarakat sudah menunggu orang nomor satu di Pemkab Probolinggo ini di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9) malam.Sebagai ungkapan syukur kepada Allah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar tasyakuran kedatangan haji Bupati Tantri dan suaminya di Pondok Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan. Kegiatan tersebut dilakukan usai sholat Jumat bersama, Jumat (2/10).
Tasyakuran tersebut dihadiri Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Sumaryono, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Hendhi Yustian Danang Suta dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Tampak pula Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i serta sejumlah tokoh agama se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut suami Bupati Probolinggo yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin MSi banyak bercerita perjalanannya selama berada di tanah suci Mekkah.
“Jamaah haji tahun ini lumayan padat. Alhamdulillah saya sampai di Mekkah malam Kamis. Hari itu di sekitar Masjidil Haram penuh dengan peralatan karena sedang direnovasi dan pembangunannya sudah mencapai sekitar 70%,” ungkapnya.
Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan ini mengaku bersyukur karena telah menyelesaikan rukun dan sunnah haji walaupun tidak maksimal karena hanya 13 hari plus 2 hari perjalanan. “Saya bersyukur karena telah diundang oleh Allah,” jelasnya.
Menurut politisi Partai NasDem ini, ujian jamaah haji tahun ini luar biasa. Pertama jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram. “Itu peringatan dari Allah karena tidak menghormati tamu Allah. Semestinya karena yang akan hadir tamu Allah, alat berat itu dibersihkan. Jangankan orang lain, saya saja mau masuk ke masjid masih menoleh ke atas takut kejatuhan,” tegasnya disambut tawa jamaah.
Saat kejadian crane jatuh, jamaah Kabupaten Probolinggo baru thawaf dua putaran. “Inilah kebesaran Allah, yang haji dan berada di dekatnya saja tidak tahu apalagi yang tidak haji,” tegasnya.
Mantan bupati Probolinggo ini juga bercerita tentang kejadian Mina yang banyak menelan korban jiwa, termasuk dari Kabupaten Probolinggo. Hanya saja, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya informasi selain yang dirilis resmi Kemenag. (wan/abh)


COMMENTS