Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 02/10/2015 TONGAS - Perbaikan Pasar Bayeman di Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo membuat pedagang d...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 02/10/2015
Perbaikan pasar ini dimulai sejak dua bulan lalu. Dampak perbaikan pasar ini adalah, para pedagang yang berada di bagian dalam pasar harus direlokasi menempati bedak sementara di halaman pasar.
Dampaknya, aktivitas jual beli jadi meluber hingga ke badan jalan jalur Pantura Probolinggo-Surabaya. Padahal, tidak ada rambu agar pengendara dari arah timur yang menuju ke Surabaya bisa lebih waspada.
Aktivitas jual beli yang meluber di badan jalan itu hanya dibatasi oleh pot bunga. Namun, pembatas berupa pot itu kerapkali tidak diindahkan oleh para pengunjung pasar. Aktivitas bongkar muat barang juga dilakukan ditempat yang sama.
Menurut salah seorang pedagang Saiful, kondisi ini tidak terhindarkan. Sebab, bedak yang sebelumnya berada di tengah pasar, kini pindah ke bedak sementara yang berada di halaman pasar. “Tempat untuk bongkar muat barang yang disini. Selain ini, tidak ada tempat lagi. Jadi ya terpaksa saya lakukan seperti ini,” jelasnya.
Terkait dengan keamanan, Saiful mengaku memang sedikit was-was. Salah satu solusi yang bisa diambil, yakni meminta juru parkir untuk tetap mengamankan setiap bongkar muat barang. “Minta tolong mereka saja. Kalau tidak seperti itu kami juga tidak berani. Apalagi jalur ini jalur cepat, banyak pengendara ngawur,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno melalui Kasi Pengelolaan Pasar Taufiq mengungkapkan, sebelum pelaksanaan proyek pembangunan pasar, ia telah melakukan sosialisasi terhadap seluruh pedagang. Diantaranya soal pengamanan di sekitar pasar. “Kami sudah memberikan tanda pengaman, yakni pot bunga besar sebagai batasan keamanan,” ungkapnya.
Tapi atas kondisi yang terjadi saat ini, Taufiq mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Terutama untuk menambah rambu lalu lintas. “Memang perlu tambahan rambu. Kami akan berkoordinasikan kembali dengan Dishub,” terangnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan, sesuai dengan kontrak, perbaikan Pasar Bayeman akan selesai pada akhir tahun ini. Atau sama dengan lima pasar lainnya yang direhab secara bersamaan. “Sekarang masih proses pengerjaan, akhir tahun selesai,” katanya.
Pasar Bayeman diperbaiki dengan dana APBD yang berasal dari DAU senilai Rp 1,5 miliar. Perbaikannya meliputi pembangunan 98 los atau bedak bagi para pedagang yang tidak kebagian los. “Los yang dibangun itu untuk menampung 98 pedagang di jalan yang tidak kebagian los di dalam pasar,” ujarnya. (maz/abh)


COMMENTS