Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 31/10/2015 KRAKSAAN - Para pedagang di Pasar Buah Semampir di Kota Kraksaan, masih tetap keberatan de...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 31/10/2015
Menurut pedagang Pasar Buah Semampir, pembelinya adalah pengguna jalan dari luar kota. Mereka biasa singgah untuk belanja buah sambil beristirahat. Sebelum ada taman di depan pasar buah tersebut, transaksi di pasar buah itu masih cukup menjanjikan. Tapi kondisinya berubah drastis sejak dibangun taman di depan pasar buah.
Salam, salah seorang pedagang mengatakan, sejak ada taman di depan kiosnya itu, penjualannya menurun jauh. “Dulu ramai sebelum adanya taman itu. Sekarang pembeli banyak yang hanya lewat karena kesulitan parkir. Mereka juga khawatir jika memarkir mobilnya terlalu jauh di pinggir jalan seperti itu,” terangnya.
Istri Salam menambahkan, dulu pernah ada bus rombongan wisata yang berniat mampir di pasar buah. Tapi mereka urung mampir gara-gara pintu bus bergesekan dengan taman, hingga tidak bisa dibuka. “Karena takut tergores pintunya, akhirnya bus wisata itu terus melaju,” ungkapnya.
Sejumlah pedagang mengaku sangat dirugikan oleh keberadaan taman itu. Sebab, pengunjung pasar merasa kesulitan memarkir kendaraanya. Terlebih jika memaksakan masuk kondisi jalan yang sempit akan berubah macet apabila ada kendaraan yang berpapasan, baik dari sebelah timur ataupun barat.
“Mobil kecil saja jarang yang masuk. Apalagi bus besar. Pasti terhalang taman,” timpal seorang pedagang lainnya.
Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi soal ini mengaku sudah lama mengetahui adanya keluhan tersebut. Namun, pihaknya tak dapat membongkar taman tersebut karena merupakan asset daerah.
Taman itu juga dikelola oleh Bagian Pengelolaan dan Pengadaan. “Jadi kami tidak bisa asal bongkar karena taman tersebut merupakan salah satu aset daerah, yang dibiayai APBD,” ungkapnya.
Namun, Anggit berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar keluhan pedagang dapat dicarikan solusinya. “Akan coba kami koordinasikan kembali bersama pihak terkait,” tandasnya. (maz/abh)


COMMENTS