Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 20/10/2015 SUMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 20/10/2015
Selasa, 20/10/2015
SUMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) terus berupaya untuk bisa menurunkan angka perkawinan dini di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) kepada siswa di SMAN Sumber, Senin (19/10).
Sosialisasi PUP di kawasan pegunungan ini diikuti oleh 50 siswa dan 50 orang tua siswa SMAN Sumber. Selama sosialisasi ini mereka mendapatkan materi tentang pandangan Islam tentang tujuan pernikahan dari KUA Sumber serta pembangunan kependudukan dan pendewasaan usia perkawinan dari BPPKB Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan pada tahun 2014 lalu, angka pernikahan dini dibawah 20 tahun di Kecamatan Sumber mencapai 81 pernikahan atau 45% dari total pernikahan sebanyak 180 pernikahan.
“Sosialisasi ini sengaja diberikan kepada pelajar karena berada di urutan tertinggi dalam struktur atau komposisi penduduk usia produktif (15-59 tahun). Jumlahnya sangat besar jika dibandingkan dengan usia non produktif,” ujarnya.
Menurut Herman, jika usia produktif remaja tidak diayomi dengan baik maka nantinya akan menjadi beban bagi pemerintah. Salah satunya terperangkap pada perilaku yang menyimpang. “Seharusnya mereka bisa menjadi tenaga produktif,” jelasnya.
Herman menegaskan keterlibatan orang tua menjadi kunci kesuksesan keluarga. Karena banyak anak-anak sukses berkat dukungan dari orang tua dengan cara meningkatkan taraf pendidikannya.
“Kegiatan ini bertujuan membuka pikiran dan menambah wawasan pelajar tentang dampak pernikahan dini. Bagaimana nantinya remaja mempunyai masa depan yang lebih baik serta mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri supaya di masa depan nasibnya bisa lebih baik,” pungkasnya. (wan/abh)
Sosialisasi PUP di kawasan pegunungan ini diikuti oleh 50 siswa dan 50 orang tua siswa SMAN Sumber. Selama sosialisasi ini mereka mendapatkan materi tentang pandangan Islam tentang tujuan pernikahan dari KUA Sumber serta pembangunan kependudukan dan pendewasaan usia perkawinan dari BPPKB Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan pada tahun 2014 lalu, angka pernikahan dini dibawah 20 tahun di Kecamatan Sumber mencapai 81 pernikahan atau 45% dari total pernikahan sebanyak 180 pernikahan.
“Sosialisasi ini sengaja diberikan kepada pelajar karena berada di urutan tertinggi dalam struktur atau komposisi penduduk usia produktif (15-59 tahun). Jumlahnya sangat besar jika dibandingkan dengan usia non produktif,” ujarnya.
Menurut Herman, jika usia produktif remaja tidak diayomi dengan baik maka nantinya akan menjadi beban bagi pemerintah. Salah satunya terperangkap pada perilaku yang menyimpang. “Seharusnya mereka bisa menjadi tenaga produktif,” jelasnya.
Herman menegaskan keterlibatan orang tua menjadi kunci kesuksesan keluarga. Karena banyak anak-anak sukses berkat dukungan dari orang tua dengan cara meningkatkan taraf pendidikannya.
“Kegiatan ini bertujuan membuka pikiran dan menambah wawasan pelajar tentang dampak pernikahan dini. Bagaimana nantinya remaja mempunyai masa depan yang lebih baik serta mempunyai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri supaya di masa depan nasibnya bisa lebih baik,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS