Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 23/10/2015 PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Kamis...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 23/10/2015
Jum'at, 23/10/2015
PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/10) memperingati Tahun Baru Islam 1437 hijriyah sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 BPBD. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo selaku Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, sejumlah perwakilan SKPD dan keluarga besar BPBD Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi meminta supaya momentum Tahun Baru Islam 1437 hijriyah ini bisa diisi dengan berbagai kegiatan ibadah mulai dari memperbanyak dzikir, melakukan amalan ibadah dan menyantuni anak yatim.
“Dengan semangat Tahun Baru Islam 1437 hijriyah, marilah tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ditempatkan di BPBD itu merupakan takdir yang harus disyukuri. Sebab kalau semua tugas dilakukan dengan rasa syukur pastinya akan terasa menyenangkan,” katanya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan momentum HUT ke-5 BPBD sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1437 hijriyah ini dilakukan untuk mengingatkan kembali perjalanan BPBD Kabupaten Probolinggo.
“Hal ini dapat dijadikan sarana introspeksi terkait apa yang sudah diberikan BPBD kepada pemerintah daerah dan rakyat Kabupaten Probolinggo. Momentum Tahun Baru Islam ini setidaknya dapat dijadikan sebagai motivasi dalam meningkatkan semangat untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Joko, BPBD Kabupaten Probolinggo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPBD tanggal 14 Oktober 2010. Berdirinya BPBD sendiri dilakukan bedasarkan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Disitu dinyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana. Untuk melaksanakan amanat tersebut, akhirnya Kabupaten Probolinggo membentuk BPBD bertepatan dengan erupsi gunung Bromo,” jelasnya. (wan/abh)
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo selaku Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, sejumlah perwakilan SKPD dan keluarga besar BPBD Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi meminta supaya momentum Tahun Baru Islam 1437 hijriyah ini bisa diisi dengan berbagai kegiatan ibadah mulai dari memperbanyak dzikir, melakukan amalan ibadah dan menyantuni anak yatim.
“Dengan semangat Tahun Baru Islam 1437 hijriyah, marilah tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ditempatkan di BPBD itu merupakan takdir yang harus disyukuri. Sebab kalau semua tugas dilakukan dengan rasa syukur pastinya akan terasa menyenangkan,” katanya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan momentum HUT ke-5 BPBD sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1437 hijriyah ini dilakukan untuk mengingatkan kembali perjalanan BPBD Kabupaten Probolinggo.
“Hal ini dapat dijadikan sarana introspeksi terkait apa yang sudah diberikan BPBD kepada pemerintah daerah dan rakyat Kabupaten Probolinggo. Momentum Tahun Baru Islam ini setidaknya dapat dijadikan sebagai motivasi dalam meningkatkan semangat untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Joko, BPBD Kabupaten Probolinggo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPBD tanggal 14 Oktober 2010. Berdirinya BPBD sendiri dilakukan bedasarkan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Disitu dinyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap penanggulangan bencana. Untuk melaksanakan amanat tersebut, akhirnya Kabupaten Probolinggo membentuk BPBD bertepatan dengan erupsi gunung Bromo,” jelasnya. (wan/abh)


COMMENTS