Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 15 Oktober 2015 KREJENGAN - Momentum tahun baru Islam 1 Muharram 1437 H yang jatuh Rabu (14/10), di...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 15 Oktober 2015
KREJENGAN - Momentum tahun baru Islam 1 Muharram 1437 H yang jatuh Rabu (14/10), dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Krejengan Kecamatan Krejengan untuk menggelar selamatan desa dengan melakukan kirab sesajen dari rumah kepala desa ke balai desa dengan jarak sekitar 1 kilometer.Kegiatan uang diikuti oleh ratusan warga ini membuat Balai Desa Krejengan Kecamatan Krejengan menjadi lebih ramai dari biasanya. Kirab sesajen sendiri dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan keberkahan atas hasil bumi yang dihasilkan warga.
Kirap jodang sesajen sendiri berisi kemenyan, bunga 7 rupa, hasil bumi, air 7 sumur, daging, ikan laut dan lainnya. Setelah jodang tersebut di doakan bersama, selanjutnya dikirap ke 10 makam bujuk sesepuh desa setempat.
Maksun, salah satu warga mengatakan kalau kirap jodang itu sudah dilakukan sejak dahulu secara turun temurun di desanya. Jodang yang berisi sesajen itu harus dilakukan warga, karena itu sudah menjadi tradisi sejak dulu untuk sesepuh di Desa Krejengan Kecamatan Krejengan. “Ini selametan desa sekaligus merayakan 1 Muharram 1437 Hijriyah. Jadi kami sengaja merayakan ini untuk terus melestarikan tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu,” katanya.
Sementara Kepala Desa Krejengan Nurul Huda mengatakan kirab jodang berisi sesajen ini merupakan kegiatan rasa syukur atas hasil tani dan nikmat yang diberikan oleh AllahSWT. Tradisi ini sendiri sudah 5 tahun tidak dilakukan. Oleh karena itu, ke depan akan dibangkitkan lagi dan digelar secara rutin setiap tahun.
“Salah satu isi dari sesajen ini berupa kemenyan akan kami berikan kepada warga. Agar warga di desa ini menggunakan kemenyan yang sudah di doakan itu dibakar dan mengambil barokahnya untuk tanaman di sawahnya. Semoga semua ini mendapat barokah dari Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 H,” harapnya.
Menurut Nurul Huda, tradisi ini sudah diyakini warga secara turun temurun. Dengan adanya sesajen seperti kemenyan itu oleh warga dijadikan wasila, pada momen tertentu seperti halnya tanam padi dan lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membawa berkah dan menjadikan desa yang barokah, makmur dan sejahtera. Apalagi di Desa Krejengan sendiri jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai 700 KK,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS