Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 27/10/2015 KRAKSAAN - Ribuan santri dari 145 pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo, Senin (26/1...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 27/10/2015
Selasa, 27/10/2015
Kegiatan yang digelar PC RMI (Rabithah Ma’ahid al Islamiyah) NU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan bekerja sama dengan Pemkab Probolinggo ini dilakukan sebagai upaya nyata keterlibatan santri dalam mengisi HSN yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Kirab santri dan pawai obor ini dilepas secara resmi pada pukul 18.30 WIB di depan halaman SMAN 1 Kraksaan di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menuju ke Alun-alun Kota Kraksaan dengan rute sekitar 1,5 kilometer.
Sambil membawa obor, para santri ini berjalan beriringan sambil melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya itu, sejumlah aneka kreasi dan ketrampilan santri juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Seperti drum band, grup hadrah dan lain sebagainya.
Kirab santri dan pawai obor ini disambut positif oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H Hasan Aminuddin, M.Si. Menurutnya, inilah bentuk nyata dari keterlibatan santri atas ditetapkannya HSN oleh pemerintah.
“Santri bukan hanya yang ada di pondok pesantren. Tetapi mereka yang berperilaku baik dan dapat dicontoh oleh masyarakat juga disebut santri. Ancaman santri saat ini adalah budaya dan seni di luar santri. Santri dituntut bagaimana bisa menyikapi semua itu seiring dengan pergeseran zaman yang luar biasa,” ungkapnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan saat ini hari santri sudah ditetapkan dan masuk dalam lembaran negara. Konsekuensinya adalah bagaimana para pengasuh pondok pesantren dan santri berperilaku yang saleh sebagai seorang santri. “Semua ini penting dilakukan oleh para santri karena sudah banyak masyarakat yang lupa dengan sejarahnya sendiri,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS