Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu 10/10/2015 KRAKSAAN - Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi kemanusiaan yang telah mala...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu 10/10/2015
PMI memiliki prinsip kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. Prinsip itupun masih tertanam kuat di benak salah satu relawan yang sudah malang melintang di PMI Kabupaten Probolinggo. Dia bernama Sukarman, pria kelahiran tahun 1932 atau saat ini berusia 83 tahun. Lelaki ini merupakan warga Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
Suparman berpesan pada generasi penerus, soal totalitas untuk menjadi relawan. Menurut pensiunan pegawai negeri sipil yang terakhir bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo ini, menjadi relawan harus bebas dari kepentingan apapun. Baik kepentingan politik, dan lain sebagainya. Yang ada hanya kepentingan kemanusiaan.
“Pesan saya, sebagai penerus, relawan harus tidak mempunyai kepentingan apapun. Kepentingan politik dan lainnya. Kepentingan relawan hanya satu, yakni kepentingan kemanusiaan. Siapa yang perlu ditolong, harus kita tolong tanpa memandang ras, suku, agama dan golongan,” tutur Sukarman yang bergabung di PMI sejak 1992 lalu.
Selama beraktivitas di PMI, Sukarman kerap kali bukan berada di lapangan. Ia kebanyakan berada di kantor untuk pembenahan internal PMI agar semakin maju. Salah satu alasannya, karena Sukarman bergabung di PMI Kabupaten Probolinggo telah berumur 60 tahun. Dengan usia tersebut, ia mengaku sudah tidak bisa berada di lapangan.
Meski demikian, ia kerap ikut serta dalam program kemanusiaan yang pernah dijalankan PMI Kabupaten Probolinggo. Seperti saat terjadi bencana Tsunami di Banyuwangi, Tsunami Aceh, pengungsian Sampit dan terakhir adalah menyiapkan relawan PMI untuk membantu pengungsi dari erupsi Gunung Bromo tahun 2010 lalu.
“Dalam kejadian-kejadian itu, kami hanya mengirimkan orang kesana untuk membantu dalam rangka kemanusiaan, yang kami utus kesana masih ada,” katanya.
Sukarman berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Probolinggo lebih intensif untuk selalu memback-up kegiatan yang dilaksanakan PMI. Baik melalui pendanaan maupun dukungan lainnya.
“Sekarang ini bukannya tidak didukung, saya bersyukur sudah di-back up penuh oleh pemerintah. Tapi, harapan kami, dukungan seperti ini kalau bisa lebih ditingkatkan. Karena kegiatan ini bukan hanya untuk pengurus, tapi lebih kepada generasi penerus yang lebih berkarakter melalui kegiatan kepalangmerahan,” ungkapnya.
Generasi muda saat ini kata Sukarman, adalah generasi penerus yang akan memajukan bangsa Indonesia. “Jadi, harapan saya, generasi muda sebagai agen perubahan, karena Indonesia ke depan ada ditangan mereka,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS