Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis , 08/10/2015 KRAKSAAN – Pengerjaan proyek pembangunan los Pasar Semampir di Kota Kraksaan Kabupaten Pr...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis , 08/10/2015
Saat ini pembangunan los Pasar Semampir tahap pertama sudah mencapai 10 persen. “Para pekerja saat ini sedang fokus pada pengerjaan galian, pemasangan sepatu. Setelah itu pasang pondasi batu kali, baru kemudian pemasangan cor slup,” kata Arsuwi, mandor proyek tersebut.
Arsuwi mengaku optimis bisa memenuhi target agar pengerjaannya selesai dalam tiga bulan atau sampai Desember mendatang. ”Salah satu caranya adalah dengan melemburkan para pekerja hingga 15 jam. Lembur itu mulai minggu depan,” jelasnya.
Selain lembur, Arsuwi mengaku bakal menambah jumlah pekerja hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya. Dimana jumlah pekerja yang ada saat ini berjumlah 49 orang. “Pekan depan akan saya tambah 50 orang lagi,” katanya.
Arsuwi mengatakan, agar target waktu pengerjaan bisa terpenuhi, proyek tersebut harus dikebut siang dan malam. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan konsultan proyek.
“Seminggu sekali kami melakukan rapat untuk memantau perkembangan pembangunan pasar. Kami terus mendorong pelaksana dan konsultan agar selesai tepat waktu. Semoga tidak ada hambatan cuaca dalam penyelesaian proyek ini,” tegasnya.
Namun, Arsuwi mengaku cukup terganggu dengan sulitnya mendapatkan pasir Lumajang. Sebagai solusinya, sementara ini Arsuwi mengandalkan campuran stok pasir Lumajang dengan pasir lokal.
Berdasarkan keterangan Arsuwi, los Pasar Semampir yang dibangun ini ada perubahan dibanding gambaran awal. Tinggi los yang semula 3,75 meter akan dirubah menjadi 4,00 meter agar sama tingginya dengan bangunan di sekitarnya. Ini didasarkan masukan dari pihak konsultan. “Saya sudah diminta untuk merubah spek sesuai dengan masukan dari pihak konsultan dan dengan sepengetahuan dinas,” paparnya.
Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo M Sidik Widjanarko menjelaskan bahwa pembangunan los di dalam Pasar Semampir ini menelan dana Rp 1,8 miliar. Dana itu bersumber dari DAK.
“Nantinya akan ada penambahan 26 pedagang baru sehingga kapasitas los menjadi sekitar 133 los baru dari sebelumnya 107 los yang tersedia,” katanya. (maz/abh)


COMMENTS