Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu 11/10/2015 PAKUNIRAN - Berbagai macam teknologi dihadirkan untuk membantu dan meringankan pekerjaan m...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu 11/10/2015
PAKUNIRAN - Berbagai macam teknologi dihadirkan untuk membantu dan meringankan pekerjaan manusia. Bagi kalangan peternak, ada mesin bernama chopper, yang bisa menggantikan pekerjaan manusia dalam urusan mencacah atau merajang bahan pakan ternak. Kelompok peternak di Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo, belajar menggunakan teknologi tersebut. Kelompok peternak Hati Makmur Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran diberi penjelasan oleh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo, tentang penggunaan mesin bernama chopper.
Mesin bernama chopper itu bekerja untuk mencacah atau merajang rumput dan lainnya yang bisa dijadikan pakan ternak. Proses belajar pemanfaatan alat tersebut tidak terlalu susah. Dalam waktu cepat, para peternak sudah bisa menggunakannya.
Keberadaan chopper dirasa sangat menguntungkan dan memudahkan para peternak.
“Alhmdulillah, kalau ada seperti ini pasti tidak sulit lagi untuk kebutuhan pakan ternak,” ujar ketua kelompok peternak Hati Makmur Muhammad Fathullah.
Kata Fathullah, mesin chopper ini sangat memudahkan peternak untuk urusan penyediaan pakan ternak. Sebab, dengan adanya mesin ini, peternak tidak perlu mendapatkan daun segar untuk pakan. Hampir seluruh hasil pertanian bisa diubah menjadi pakan ternak. Seperti kulit jagung, batang jagung, jerami dan lain sebagainya.
Sebelum limbah pertanian itu diberikan pada ternak, limbah itu harus dimasukan dalam mesin chopper. Itu dilakukan untuk membantu peternak menghaluskan pakan bagi hewan ternaknya. “Semakin halus, makin baik untuk ternak,” katanya.
Setelah proses tersebut, akan dilanjutkan pembuatan fermentasi terhadap hasil limbah pertanian. Dalam fermentasi itu, hasil limbah pertanian yang sudah dicacah ditambahkan probiotik, seperti tetes, Em4 dan starbio. “Penggunaan campuran ini tentu untuk fermentasi dedaunan atau limbah yang akan diberikan pada ternak,” terangnya.
Namun, hasil dari proses fermentasi ini tidak bisa langsung diberikan ternak. Masih butuh sekitar dua minggu atau tiga minggu dalam proses tersebut. “Setelah itu baru bisa diberikan pada ternak,” ucapnya.
Ada banyak manfaat yang dihasilkan dari hasil fermentasi yang dilakukannya ini. Salah satunya yakni meningkatkan produksi ternak, karena kualitas nutrisi yang dihasilkan melalui proses fermentasi meningkat. “Paling tidak, setelah pemakaian hasil fermentasi ini, lingkungan di sekitar ternak lebih sehat. Karena kotoran ternak yang dihasilkan agak kering dan tidak berbau,” ungkapnya.
Manfaat lain yang dihasilkan jika dilakukan teknologi ini yakni bisa lebih memudahkan peternak untuk urusan penyediaan pakan ternak. Sebab, dibantu proses fermentasi, peternak bisa menyimpan pakan. Jadi, peternak tidak harus mencari rumput setiap hari untuk pakan ternaknya. “Hasil fermentasi ini bisa memberikan kebutuhan pakan ternak hingga dua minggu. Tergantung seberapa banyak kita membuat fermentasi pakan ternak,” ujarnya.
Kemudian dengan adanya pemanfaatan limbah pertanian ini, kini petani tidak perlu lagi membakar jerami atau batang pohon jagung yang sudah selesai dipanen. Karena limbah itu semuanya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (maz/abh)


COMMENTS