Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu 11/10/2015 SUKAPURA - Kabupaten Probolinggo ternyata masih belum memiliki peraturan bupati (perbup) sec...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu 11/10/2015
SUKAPURA - Kabupaten Probolinggo ternyata masih belum memiliki peraturan bupati (perbup) secara spesifik yang mengatur tentang aspek pariwisata. Hal ini membuat anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo angkat bicara. Ia mengusulkan pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) tentang pariwisata.
“Seluruh aspek yang berkaitan dengan wisata akan diatur di dalam perbup itu. Untuk mengawali, Perbup saja sudah cukup untuk mengatur. Perda (Peraturan Daerah) bisa menyusul. Apalagi membuat Perda itu butuh proses panjang,” kata pria asal Kecamatan Sukapura ini.
Perbup itu nantinya akan mengatur semua pelaku wisata. Tidak hanya di lokasi wisata yang ada di Kecamatan Sukapura. Tapi di kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo.
“Namanya peraturan, yang dibahas di dalamnya tidak hanya urusan retribusi. Tapi juga aturan mengenai pelaku usaha wisata, pengunjungnya serta hal lain yang terkait. Misalnya komunitas transportasi wisata seperti jip, ojek, MPU. Atau komunitas lain seperti pedagang asongan, pemilik restoran, hotel dan lain sebagainya,” urainya.
Peraturan dimaksud perlu dibuat agar semua wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa tertata dengan baik. Tidak hanya pelaku, tapi tempat wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo juga akan diatur. “Kalau bergerak sendiri-sendiri, tidak ada yang mengatur, tentu ada sejumlah kesulitan yang tidak bisa dihadapi di lapangan,” kata politisi Partai NasDem ini.
Ia lantas memberi contoh uji kir kendaraan jip pengangkut wisatawan ke Gunung Bromo. Diketahui, masih banyak jip di kawasan wisata Bromo yang belum melakukan uji kir. Di sisi lain, pemerintah dianggapnya belum mengatur dengan rinci mengenai trayek angkutan-angkutan tersebut. “Harus ada kejelasan mengenai masalah ini agar semua aspek bisa sinkron,” katanya.
Ketentuan tersebut diharapkan Supoyo juga berlaku di kecamatan lain yang memiliki destinasi wisata. “Perbup ini pasti akan berdampak positif bagi Kabupaten Probolinggo. Termasuk jika bicara soal PAD (pendapatan asli daerah) yang bisa meningkat,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS