Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 04/10/2015 TONGAS - Harga mangga asli Probolinggo jenis manalagi, terbilang masih tinggi. Walau begitu,...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 04/10/2015
Puluhan lapak yang khusus menjual mangga manalagi maupun mangga arumanis di tepian jalan Tongas, memang tidak begitu ramai. Sesekali pembeli asal luar Probolinggo mampir ke kompleks tersebut. Mereka berasal dari Surabaya, Mojokerto hingga dari Bali. Mereka sengaja berhenti hanya untuk membeli mangga manalagi dari Probolinggo.
“Memang kalau dilihat dari harganya mahal, tapi tidak masalah karena mangga asal Probolinggo rasanya lebih enak dibanding dengan kota lainnya,” ujar Misyanto, salah satu pembeli asal Surabaya.
Bapak dua anak ini mengaku sengaja berhenti di Tongas untuk membeli mangga manalagi. Itu untuk oleh-oleh bagi saudaranya yang saat ini menetap di Bali. “Sudah biasa, kalau mau ke Bali, kami belikan mangga Probolinggo ini. Mumpung ada mangga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad, salah satu pedagang mangga di Tongas, mengaku dalam sehari bisa sampai 50 kilogram mangga terjual. Dengan jumlah itu, Ahmad bisa mengantongi omzet sampai Rp 1 juta perhari. “Alhamdulillah, meskipun mahal, kami bisa beromzet hingga Rp 1 juta perhari,” katanya.
Hal itu bukannya tanpa alasan, pasalnya harga mangga saat ini masih tinggi. Seperti mangga berjenis manalagi ia biasa menjual Rp 15 ribu perkilogram. Sedangkan untuk mangga berjenis arumanis biasa ia jual Rp 25 ribu perkilogram. Setiap kilogramnya, rata-rata ada empat buah mangga.
Tingginya harga mangga sendiri menurutnya lantaran saat ini baru musim mangga. Stok buah mangga masih sedikit. “Ini sebenarnya sudah turun harga. Waktu hari raya kurban kemarin harga mangga manalagi sampai Rp 25 ribu perkilogram, dan arumanis Rp 35 gram,” katanya.
Bapak dua anak ini mengaku belum mengetahui pasti penurunan harga mangga ini. Sebab hal itu bergantung pada stok. “Kalau sudah musim, harga mangga pasti tidak setinggi saat ini. Biasanya per kilogramnya itu Rp 3000,” jelasnya.
Meski masih tinggi, Ahmad mengaku pembeli mangga tetap. Apalagi pembeli asal luar Probolinggo. “Mereka kebanyakan beli mangga manalagi, bukan arumanis. Rasanya memang lebih enak manalagi, apalagi yang berasal dari Probolinggo, pasti jadi primadona,” ujar pedagang yang sudah 15 tahun berjualan mangga ini. (maz/abh)


COMMENTS