Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 22/10/2015 PROBOLINGGO – Dalam rangka mensukseskan program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 22/10/2015
Kamis, 22/10/2015
PROBOLINGGO – Dalam rangka mensukseskan program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi dengan para kepala desa dan pendamping desa, Rabu (21/10).
Rakor ini diikuti oleh 23 kepala desa didampingi pendamping desa dan 23 Kasi Pembangunan Kecamatan sasaran program Jalin Matra di Kabupaten Probolinggo. Hadir pula 3 (tiga) orang pendamping Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan koordinasi program Jalin Matra ini tidak terlepas dari peranan kepala desa yang baru. Sementara usulan berasal dari kepala desa lama dan Pj kepala desa.
“Sehingga diharapkan tidak sampai ada konflik terkait dana desa. Oleh karena itu penting sekali kepala desa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepala desa lama atau Pj kepala desa,” ujarnya.
Menurut Taufik, program Jalin Matra ini akan diberikan kepada 738 RTS (Rumah Tangga Sasaran) di 23 desa di 23 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing RTS akan mendapatkan dana PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) sebesar Rp 2,5 juta.
“Program ini sangat bagus, tetapi rawan konflik dan penyelewengan. Oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi agar program ini bisa tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan rakor ini dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi para kepala desa, pendamping desa dan pendamping Kabupaten Probolinggo terhadap program Jalin Matra. Sehingga program ini bisa tepat sasaran dan perencanaan antara pendamping dan masyarakat sasaran.
“Jangan sampai setelah dana program Jalin Matra ini cair, uangnya dibelanjakan tidak sesuai dengan manfaatnya. Bantuan ini harus benar-benar tepat sasaran, karena sudah by name dan by addres sehingga tidak bisa dialihkan kepada orang lain,” ujarnya.
Menurut Heri, untuk program Jalin Matra PFK diberikan kepada 738 RTS yang berada di 23 desa di 23 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana dana RTS untuk program PFK ini mencapai Rp 1.845.000.000.
“Melalui kegiatan ini kami berharap nantinya pelaksanaan program Jalin Matra betul-betul sesuai cita-cita pemerintah bisa meningkatkan derajat hidupnya dan mengurangi angka kemiskinan. Memang dengan bantuan ini tidak langsung bisa kaya, tetapi setidaknya ada proses agar masyarakat berdaya dan termotivasi keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. (wan/abh)
Rakor ini diikuti oleh 23 kepala desa didampingi pendamping desa dan 23 Kasi Pembangunan Kecamatan sasaran program Jalin Matra di Kabupaten Probolinggo. Hadir pula 3 (tiga) orang pendamping Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan koordinasi program Jalin Matra ini tidak terlepas dari peranan kepala desa yang baru. Sementara usulan berasal dari kepala desa lama dan Pj kepala desa.
“Sehingga diharapkan tidak sampai ada konflik terkait dana desa. Oleh karena itu penting sekali kepala desa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepala desa lama atau Pj kepala desa,” ujarnya.
Menurut Taufik, program Jalin Matra ini akan diberikan kepada 738 RTS (Rumah Tangga Sasaran) di 23 desa di 23 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing RTS akan mendapatkan dana PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan) sebesar Rp 2,5 juta.
“Program ini sangat bagus, tetapi rawan konflik dan penyelewengan. Oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi agar program ini bisa tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan rakor ini dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi para kepala desa, pendamping desa dan pendamping Kabupaten Probolinggo terhadap program Jalin Matra. Sehingga program ini bisa tepat sasaran dan perencanaan antara pendamping dan masyarakat sasaran.
“Jangan sampai setelah dana program Jalin Matra ini cair, uangnya dibelanjakan tidak sesuai dengan manfaatnya. Bantuan ini harus benar-benar tepat sasaran, karena sudah by name dan by addres sehingga tidak bisa dialihkan kepada orang lain,” ujarnya.
Menurut Heri, untuk program Jalin Matra PFK diberikan kepada 738 RTS yang berada di 23 desa di 23 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Dimana dana RTS untuk program PFK ini mencapai Rp 1.845.000.000.
“Melalui kegiatan ini kami berharap nantinya pelaksanaan program Jalin Matra betul-betul sesuai cita-cita pemerintah bisa meningkatkan derajat hidupnya dan mengurangi angka kemiskinan. Memang dengan bantuan ini tidak langsung bisa kaya, tetapi setidaknya ada proses agar masyarakat berdaya dan termotivasi keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS