Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 24/10/2015 KRAKSAAN – Sekolah Adiwiyata tingkat SMP di Kabupaten Probolinggo masih terbilang...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 24/10/2015
Sabtu, 24/10/2015
KRAKSAAN – Sekolah Adiwiyata tingkat SMP di Kabupaten Probolinggo masih terbilang sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) berupaya untuk terus menambah sekolah Adiwiyata tingkat SMP. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Adiwiyata.
Kegiatan yang digelar di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 30 lembaga. Dimana tiap-tiap lembaga mengirimkan kepala sekolah, wakil kurikulum dan ketua pelaksana Adiwiyata di sekolah tingkat SMP.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kasi SMP Wiwik Nurbaidah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan cinta lingkungan dan sekolah ramah lingkungan terhadap siswa.
“Selain itu, berbagi pengalaman agar sekolah lain bisa menuju sekolah Adiwiyata. Setidaknya bisa meningkatkan jumlah peserta Adiwiyata. Terutama yang belum mengikuti kegiatan Adiwiyata kebersihan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Wiwik, salah satu kriteria sekolah Adiwiyata adalah harus ada tanaman perindang di sekolah, termasuk juga kebersihan dan sekolah ramah lingkungan. Tetapi kendalanya tidak semua sekolah bisa mendukung program ini dikarenakan kondisi lingkungan sekolah.
“Semoga dengan kegiatan ini nantinya lebih banyak sekolah Adiwiyata di Kabupaten Probolinggo. Sebab disini kami melakukan pembahasan bagaimana menjadikan sekolah Adiwiyata. Lebih tepatnya apa itu sekolah Adiwiyata dan bagaimana mewujudkan sekolah yang bersih,” pungkasnya. (wan/abh)
Kegiatan yang digelar di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 30 lembaga. Dimana tiap-tiap lembaga mengirimkan kepala sekolah, wakil kurikulum dan ketua pelaksana Adiwiyata di sekolah tingkat SMP.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kasi SMP Wiwik Nurbaidah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan cinta lingkungan dan sekolah ramah lingkungan terhadap siswa.
“Selain itu, berbagi pengalaman agar sekolah lain bisa menuju sekolah Adiwiyata. Setidaknya bisa meningkatkan jumlah peserta Adiwiyata. Terutama yang belum mengikuti kegiatan Adiwiyata kebersihan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Wiwik, salah satu kriteria sekolah Adiwiyata adalah harus ada tanaman perindang di sekolah, termasuk juga kebersihan dan sekolah ramah lingkungan. Tetapi kendalanya tidak semua sekolah bisa mendukung program ini dikarenakan kondisi lingkungan sekolah.
“Semoga dengan kegiatan ini nantinya lebih banyak sekolah Adiwiyata di Kabupaten Probolinggo. Sebab disini kami melakukan pembahasan bagaimana menjadikan sekolah Adiwiyata. Lebih tepatnya apa itu sekolah Adiwiyata dan bagaimana mewujudkan sekolah yang bersih,” pungkasnya. (wan/abh)



COMMENTS