Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 31/10/2015 TEGALSIWALAN - Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah dengan penghasil bawang m...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 31/10/2015
Ada sejumlah daerah penghasil bawang merah berkualitas di Indonesia. Salah satunya adalah Kabupaten Probolinggo. Namun, selama ini informasi tentang bawang merah hanya didominasi tentang hasil produksi, kualitas produksi hingga harga pasarannya sedang naik atau turun.
Belum banyak terdengar tentang usaha kreatif untuk menjadikan bawang merah Kabupaten Probolinggo sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih. Meski jarang, tapi langkah itu bukan berarti tidak ada sama sekali.
Ada UKM yang mengolah bawang merah menjadi produk terkenal. Sebut saja di Kecamatan Dringu. Tapi ternyata bukan hanya Dringu yang punya UKM pengolah bawang merah. Ada pula UKM serupa di Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan.
UKM bawang merah di Desa Banjarsawah itu dimotori oleh wanita yang karib disapa Bu Tumilah. Rupanya, Bu Tumilah tidak tanggung-tanggung mengangkat harkat produk bawang olahannya itu. Yang terbaru, produk olahan bawang merah itu diikutkan dalam pameran di Malang Town Square (Matos) Malang.
Tumilah mengaku awal mula usahanya ini dilakukan karena banyaknya bawang merah yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Bawang merah dengan kondisi seperti itu, ada banyak stoknya setiap tahun panen.
“Awal mulanya karena di rumah itu banyak bawang merah yang setengah busuk, sudah tidak bisa dijual. Tapi setelah saya pikir, kalau dimanfaatkan untuk berbahan olahan, sepertinya enak. Akhirnya saya coba,” tuturnya.
Ide itu akhirnya ditindak-lanjuti. Tumilah mengolah bawang merah itu menjadi bawang goreng. “Kalau jadi bawang goreng, kami rasa produk kami tidak lagi terpengaruh oleh harga bawang merah. Sebab bawang merah sudah kami olah menjadi produk siap konsumsi. Dan ini menjadi produk andalan dari Kecamatan Tegalsiwalan,” kata Tumilah yang sudah membuka usahanya ini sejak tahun 2012 lalu.
Dari bawang merah menjadi bawang goreng, Tumilah mengembangkan jenis-jenis produk lain. Sebut saja kerupuk, rengginang, nastar bawang, tortila, amplang dan sejumlah bahan olahan lainnya.
Melalui usaha ini, Tumilah juga bisa mempekerjakan ibu rumah tangga di sekitar rumahnya di Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan. “Kami bangga karena bisa mengajak tetangga untuk menambah pengahasilan keluarga,” ucapnya.
Soal pemasaran, Tumilah mengaku hingga saat ini produknya sudah banyak dijual di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Probolinggo. Selain di toko, Tumilah juga menjualnya di pondok-pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo. “Kami juga jual melalui media sosial. Dan Alhamdulillah, banyak yang memesan. Bahkan ada juga yang berasal dari Jakarta,” ungkapnya. (maz/abh)


COMMENTS