Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 25/10/2015 KRAKSAAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Proboli...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 25/10/2015
Minggu, 25/10/2015
KRAKSAAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengimbau masyarakat agar selektif dan tidak mudah percaya begitu saja menerima droping (distribusi) air bersih selain dari pemerintah daerah. Pasalnya banyak dijumpai mobil tangki yang mengambil air di sungai dan didistribusikan kepada masyarakat.
“Kalau dari Pemda sudah diuji kualitas airnya dengan mengambil dari sumber air yang benar-benar bersih dan sesuai standart kesehatan. Tetapi kalau yang lain takutnya tidak sesuai dengan standar kesehatan dan airnya mengambil di sembarang tempat,” ungkapnya.
Demi mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, kata Joko, demikian panggilan akrab Dwijoko Nurjayadi, pihaknya rutin melakukan pengiriman air bersih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. Rencananya, distribusinya air bersih ini akan dilakukan hingga 8 Desember 2015 mendatang.
“Kalau sebelum itu sudah mulai turun hujan, maka kita akan menyesuaikannya. Yang pasti distribusi air bersih kepada daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih akan dilakukan hingga 8 Desember 2015,” jelasnya.
Menurut Joko, pengiriman air bersih ini dilakukan kepada 40 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kering kritis. Pengiriman air bersih ini dilakukan setiap hari secara bergantian dengan menggunakan enam armada BPBD Kabupaten Probolinggo dengan kapasitas 5.000 liter.
“Sekali lagi saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya menerima pengiriman air bersih selain dari pemerintah daerah. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan air bersih sesuai dengan standar kesehatan,” harapnya. (wan/abh)
“Kalau dari Pemda sudah diuji kualitas airnya dengan mengambil dari sumber air yang benar-benar bersih dan sesuai standart kesehatan. Tetapi kalau yang lain takutnya tidak sesuai dengan standar kesehatan dan airnya mengambil di sembarang tempat,” ungkapnya.
Demi mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, kata Joko, demikian panggilan akrab Dwijoko Nurjayadi, pihaknya rutin melakukan pengiriman air bersih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. Rencananya, distribusinya air bersih ini akan dilakukan hingga 8 Desember 2015 mendatang.
“Kalau sebelum itu sudah mulai turun hujan, maka kita akan menyesuaikannya. Yang pasti distribusi air bersih kepada daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih akan dilakukan hingga 8 Desember 2015,” jelasnya.
Menurut Joko, pengiriman air bersih ini dilakukan kepada 40 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kering kritis. Pengiriman air bersih ini dilakukan setiap hari secara bergantian dengan menggunakan enam armada BPBD Kabupaten Probolinggo dengan kapasitas 5.000 liter.
“Sekali lagi saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya menerima pengiriman air bersih selain dari pemerintah daerah. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan air bersih sesuai dengan standar kesehatan,” harapnya. (wan/abh)



COMMENTS