Penulis Dimaz Bromo FM Jumat 16/10/2015 KRAKSAAN - Rischa Octaria adalah salah satu staf di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pr...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jumat 16/10/2015
Salah satunya dengan cara bercocok tanam di rumahnya. “Bercocok tanam bukan di sawah, tapi di rumah. Ada bunga dan tanaman lainnya,” kata gadis kelahiran Probolinggo, 20 Oktober 1990 ini.
Kesenangannya bercocok tanam itu di dukung alam sekitar rumahnya yang begitu asri. Dia tinggal di Desa Sebaung Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. “Kalau orang desa sudah biasa seperti ini,” ungkapnya.
Meski demikian, ada banyak manfaat yang biasa petik dari hobinya tersebut. Yakni, tidak kesulitan untuk membeli sayur ketika harga tinggi. “Langsung petik kan bisa, jadi tidak bergantung pada harga sayuran di pasar. Kalau hal ini bisa diterapkan kepada orang lain kenapa kita tidak. Toh hanya membutuhkan lahan yang sedikit, cukup dengan polybag dan tanah secukupnya saja,” pungkasnya. (maz/abh)


COMMENTS