Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 22/10/2015 GENDING - Pasca tewasnya Rehan (5) yang dibacok pamannya sendiri Gulu Arpuji (28), teman ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 22/10/2015
Kamis, 22/10/2015
GENDING - Pasca tewasnya Rehan (5) yang dibacok pamannya sendiri Gulu Arpuji (28), teman dan guru sekolah korban di Taman Kanak-kanak (TK) Kartika di Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending merasa kehilangan.
Pasalnya korban dikenal sosok pendiam dan pintar serta sering membantu teman sekelasnya. Guru dan teman sekelasnya seakan-akan tidak percaya dengan kematian korban, apalagi dengan cara tragis.
Informasi yang diperoleh di sekolahnya, Rehan yang duduk di TK kelompok B ini, sehari sebelum korban meninggal ada yang berbeda dari ibu korban saat menemani di sekolahnya. Korban digendong sambil dirangkul oleh ibunya, wali murid dan guru merasa ada yang aneh.
Menurut Andhika, teman sekelas korban Rehan, kalau Rehan orang baik sekali ke sesama teman. Tidak mengherankan jika teman-temannya merasa kehilangan dengan korban meninggal secara tak wajar. “Korban sangat baik, saya sedih dan merasa kehilangan,” kenangnya.
Sementara Jumati, Kepala TK Kartika mengatakan jika korban sangat baik dan lumayan pintar. “Guru dan siswa merasa kehilangan, bagi kami di sekolah ini seakan-akan tidak percaya atas kepergian Rehan dengan cara sadis seperti ini,” katanya.
Sementara Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan mengatakan, pelaku Gulu Arpuji saat ini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan ke dokteran di rumah sakit Lawang Malang.“Karena selalu tidak fokus saat disidik penyidik, maka pelaku akan dilakukan tes kejiwaan di rumah sakit jiwa Lawang Malang untuk memastikan kondisi gangguan kejiwaan pelaku,” katanya.
Jika hasil dari tes kejiwaan pelaku dinyatakan normal kejiwaannya, maka pelaku akan diproses hukum yang berlaku dan dikenakan pasal pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 hukuman penjara. (maz/abh)
Pasalnya korban dikenal sosok pendiam dan pintar serta sering membantu teman sekelasnya. Guru dan teman sekelasnya seakan-akan tidak percaya dengan kematian korban, apalagi dengan cara tragis.
Informasi yang diperoleh di sekolahnya, Rehan yang duduk di TK kelompok B ini, sehari sebelum korban meninggal ada yang berbeda dari ibu korban saat menemani di sekolahnya. Korban digendong sambil dirangkul oleh ibunya, wali murid dan guru merasa ada yang aneh.
Menurut Andhika, teman sekelas korban Rehan, kalau Rehan orang baik sekali ke sesama teman. Tidak mengherankan jika teman-temannya merasa kehilangan dengan korban meninggal secara tak wajar. “Korban sangat baik, saya sedih dan merasa kehilangan,” kenangnya.
Sementara Jumati, Kepala TK Kartika mengatakan jika korban sangat baik dan lumayan pintar. “Guru dan siswa merasa kehilangan, bagi kami di sekolah ini seakan-akan tidak percaya atas kepergian Rehan dengan cara sadis seperti ini,” katanya.
Sementara Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan mengatakan, pelaku Gulu Arpuji saat ini masih menjalani pemeriksaan kejiwaan ke dokteran di rumah sakit Lawang Malang.“Karena selalu tidak fokus saat disidik penyidik, maka pelaku akan dilakukan tes kejiwaan di rumah sakit jiwa Lawang Malang untuk memastikan kondisi gangguan kejiwaan pelaku,” katanya.
Jika hasil dari tes kejiwaan pelaku dinyatakan normal kejiwaannya, maka pelaku akan diproses hukum yang berlaku dan dikenakan pasal pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 hukuman penjara. (maz/abh)


COMMENTS