Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 24/10/2015 KRAKSAAN - Aksi teror berlanjut di Kabupaten Probolinggo. Kamis (22/10), Kepala Desa (Ka...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 24/10/2015
Dua mobil milik Kades Muhammad Zainullah yang terbakar itu masing-masing jenis Suzuki APV nopol K 1351 XO dan Mitsubishi Kuda nopol P 1361 E. Kedua mobil itu dibakar dalam posisi terparkir di depan rumah.
Hampir seluruh bagian luar dan dalam kedua mobil tersebut terbakar. Mobil itu mengalami kerusakan parah dan tidak bisa dipergunakan. “Kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp 150 juta,” ujar Kades Zainullah.
Aksi pembakaran mobil tersebut terjadi sekitar pukul 03.00. Menurut Kades Zainullah, saat itu dia baru saja tertidur. Sebelumnya, ia patrol keliling desa bersama sejumlah warga, karena sehari sebelumnya warga desanya ada yang kemalingan.
Pembakaran mobil ini mengarah ke tindakan teror. Kades Zainullah mengaku mendapat pesan pendek (SMS) berisi ancaman dari nomor yang tak dikenalnya. Ancaman itu menurutnya berkaitan dengan masalah tambak udang. “Sebelumnya saya sudah mendapat firasat tidak enak,” ungkapnya.
Kejadian itu sendiri justru diketahui pertama kali oleh Sulastri (31), tetangga samping rumah kades. Dini hari itu Sulastri tidur pulas di ruang tamu bersama anaknya. Lalu Sulastri bangun karena ingin buang air kecil.
Saat bangun, ia melihat ada sinar merah terang benderang terlihat di depan rumahnya. Sulastri lalu mengintip dari balik jendela untuk memastikan asal cahaya itu. Sulastri pun terkejut melihat cahaya itu ternyata kobaran api yang membakar dua mobil milik kades.
Sulastri bergegas keluar rumah dan membangunkan Kades Zainullah. “Tapi saya sempat kesulitan membuka kunci pintu rumah saya. Saking paniknya. Setelah keluar, saya langsung berteriak-teriak dan langsung ke rumah Pak Tinggi (kades) dan berteriak kebakaran,” ungkapnya.
Teriakan Sulastri akhirnya membangunkan warga sekitar. Termasuk Kades Zainullah. Warga kemudian berusaha memadamkan api. “Dipadamkan pakai air dari bak air di musholla, pakai timba,” katanya.
Kades Zainullah termasuk kades yang baru dilantik, 10 September lalu. Kejadian yang menimpanya langsung jadi atensi Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan. Kapolres pun turun langsung ke TKP bersama Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar.
Kapolsek mengatakan, paling tidak sudah 5 saksi mata yang dimintai keterangan. Aksi pembakaran dua mobil kades itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.10 WIB. “Pelaku membakar dua mobil itu dengan meletakkan tumpukan kain diantara kedua mobil itu dan disiram bensin. Kemudian, dibakar sampai merambat ke kedua mobil kades,” terang Kapolsek.
Menurutnya, polisi telah mengamankan barang bukti dari TKP. Berupa jirigen besar berisi bensin dan kain yang disirami bensin yang dijadikan pemicu kebakaran.
Ditanya soal pelaku dan motifnya, Kapolsek mengatakan saat ini masih melakukan penyelidikan. Terutama fokus pada pengumpulan barang bukti dan keterangan dari para saksi mata. “Masih penyelidikan,” katanya.
Aksi teror ini bukan sekali ini terjadi dalam kurun dua bulan terakhir. Sebelumnya aksi teror terjadi di Kecamatan Gading. Pada 19 September dan 11 Oktober, tejadi pelemparan bondet (mercon besar) di rumah warga di Desa Nogosaren Kecamatan Gading. (maz/abh)


COMMENTS