Penulis : Wawan Bromo FM Rabu 28/10/2015 KRAKSAAN – Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo tahun ini merehab 3 pasar tradi...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu 28/10/2015
KRAKSAAN – Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo tahun ini merehab 3 pasar tradisional sekaligus. Untuk merehab 3 pasar tersebut, Dispenda harus mengalokasikan anggaran sampai Rp 600 juta. Masing-masing pasar dianggarkan Rp 200 juta.Ketiga pasar yang direhab diantaranya pasar Lumbang Kecamatan Lumbang, pasar Maron Kecamatan Maron dan pasar Bantaran Kecamatan Bantaran. “Tahun ini ada tiga pasar di tiga kecamatan yang kami benahi,” ungkap Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno melalui Kasi Pasar Taufik.
Saat ini rehab tersebut sedang berlangsung. Diperkirakan rehab pasar itu akan rampung pada November mendatang. Untuk pasar Lumbang perbaikan memanfaatkan eks gedung puskesmas yang tidak dipakai. Eks gedung tersebut dimanfaatkan untuk los dan menampung pedagang tumpah yang ada di sekitar kawasan induk.
Sementara untuk pasar Maron memperbaiki los buah yang sebelumnya dibangun dengan swadaya masyarakat. “Sebelumnya sudah ada los pasar buah, tapi dibangun dengan swadaya masyarakat. Karena itu kami lakukan perbaikan agar penjual dan pembeli nyaman bertransaksi,” terangnya.
Sedangkan perbaikan untuk pasar Bantaran dilakukan pada los penjual ikan yang belum tertata dengan baik. “Perbaikan diutamakan pada atap dan alas. Seperti yang kami lakukan di pasar Bantaran. Sebab, selama ini kalau hujan turun pasar jadi becek,” jelasnya.
Penataan yang dilakukan Dispenda dengan SKPD terkait memang menjadi upaya Pemkab Probolinggo menjadikan pasar tradisional bisa menjadi jujugan pembeli seperti pasar modern. “Jika tidak diperbaiki dan dilakukan penataan, maka pasar tradisional akan ditinggal pembeli. Terlebih, ekspansi pasar modern terus berdatangan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS