Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 19/10/2015 LUMBANG - Momentum tahun baru Islam 1437 Hijriyah atau yang dalam masyarakat Jawa disebu...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 19/10/2015
LUMBANG - Momentum tahun baru Islam 1437 Hijriyah atau yang dalam masyarakat Jawa disebut Suro tidak disia-siakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Oleh karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan pihak Kecamatan Lumbang menggelar ruwatan agung atau selamatan di kawasan wisata air terjun Madakaripura, Jum’at (16/10).
Selamatan ini dilakukan salah satunya bertujuan agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Seperti beberapa waktu lalu, air terjun yang menjadi tempat pertapaan Patih Gajah Mada itu sempat menelan satu korban jiwa. Seorang pengunjung tewas setelah kepalanya kejatuhan batu yang meluncur dari atas tebing.
Supaya malapetaka seperti itu tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang, Disbudpar dan Kecamatan Lumbang memutuskan untuk menggelar ruwatan agung Madakaripura. “Harapannya, ke depan tidak terjadi apa-apa lagi di air terjun Madakaripura,” ujar Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.
Ruwatan agung Madakaripura itu diikuti oleh masyarakat sekitar, termasuk tokoh masyarakat dan agama di Kecamatan Lumbang. Ruwatan tersebut juga untuk menggelar bersih-bersih desa di Kecamatan Lumbang. “Intinya kegiatan ini memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan,” katanya.
Selain mengharap keselamatan jelas Anung, ruwatan ini juga untuk memeriahkan suasana di kawasan air terjun Madakaripura. Sebab semakin banyak kunjungan wisatawan, semakin besar pula PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bisa disumbangan dari air terjun Madakaripura untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo. (wan/abh)
Selamatan ini dilakukan salah satunya bertujuan agar terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Seperti beberapa waktu lalu, air terjun yang menjadi tempat pertapaan Patih Gajah Mada itu sempat menelan satu korban jiwa. Seorang pengunjung tewas setelah kepalanya kejatuhan batu yang meluncur dari atas tebing.
Supaya malapetaka seperti itu tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang, Disbudpar dan Kecamatan Lumbang memutuskan untuk menggelar ruwatan agung Madakaripura. “Harapannya, ke depan tidak terjadi apa-apa lagi di air terjun Madakaripura,” ujar Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.
Ruwatan agung Madakaripura itu diikuti oleh masyarakat sekitar, termasuk tokoh masyarakat dan agama di Kecamatan Lumbang. Ruwatan tersebut juga untuk menggelar bersih-bersih desa di Kecamatan Lumbang. “Intinya kegiatan ini memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan,” katanya.
Selain mengharap keselamatan jelas Anung, ruwatan ini juga untuk memeriahkan suasana di kawasan air terjun Madakaripura. Sebab semakin banyak kunjungan wisatawan, semakin besar pula PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang bisa disumbangan dari air terjun Madakaripura untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo. (wan/abh)



COMMENTS