Penulis : Wawan Bromo FM Minggu 18/10/2015 SUKAPURA – Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo sedan...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu 18/10/2015
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, selama ini pihaknya rutin mendapatkan informasi aktivitas gunung Bromo dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo di Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura. Hanya saja, sesuai aturan baru PGA Bromo harus melaporkan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung.
“Dari aturan baru tersebut, kami baru bisa menerima aktivitas gunung Bromo dari BMKG. Akhirnya kami berinisiatif untuk mengusulkan CCTV. Rencananya kami akan memasang tiga kamera di kawah Bromo, Pos PGA Bromo dan Pundak Lembu,” ujarnya.
Menurut Joko, kamera CCTV menggunakan energi listrik solar cell (sel tenaga matahari). “Nantinya hasil dari visual CCTV ini akan dikirim ke Pusdalops PB (Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana) Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Mantan Camat Dringu ini menerangkan, pemasangan kamera CCTV ini bermanfaat untuk mengetahui lebih dini aktivitas gunung api Bromo secara visual. Setelah mendapatkan aktivitas visual Bromo, nantinya BPBD akan melakukan konsultasi ke Pos PGA Bromo secara teknis mulai dari gempa tektonik dan dalam sehingga bisa menentukan levelnya. “Kalau asapnya putih itu normal,” tambahnya.
Joko menerangkan, pemasangan kamera CCTV ini untuk menambah alat deteksi bencana selain banjir. Alat deteksi kebencanaan itu meliputi gempa, erupsi dan banjir. Sementara untuk longsor sudah ada tetapi belum efektif.
“Khusus untuk alat deteksi kebencanaan harus berstandar SNI. Termasuk personel BNPB dan BPBD. Setidaknya dengan adanya CCTV ini akan mempermudah kerja sama dalam memantau aktivitas gunung Bromo,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS