Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 20/10/2015 MARON – Sebagai bentuk implementasi program Hidup Aman Tentram Indah Menuju Masyarakat S...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 20/10/2015
Selasa, 20/10/2015
MARON – Sebagai bentuk implementasi program Hidup Aman Tentram Indah Menuju Masyarakat Sejahtera (Hati Mesra), Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/10) memberikan pelatihan pembuatan tempe di Balai Desa Maron Kidul Kecamatan Maron.
Pelatihan yang dibuka oleh Camat Maron Ramiadi ini diikuti oleh 30 orang peserta dengan rincian 10 orang dari Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, 10 orang dari Desa Patemon Kecamatan Krejengan dan 10 orang dari Desa Besuk Agung Kecamatan Besuk.
Camat Maron Ramiadi mengharapkan supaya kegiatan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat memiliki bekal ketrampilan sehingga nantinya bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Bapemas Kabupaten Probolinggo Suharto mengungkapkan pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentanan kemiskinan. Dimana salah satu upayanya adalah dengan memberikan bekal ketrampilan untuk memberdayakan masyarakat supaya termotivasi keluar dari kemiskinan.
“Dengan kata lain, pelatihan ini untuk mewujudkan Gaya Gatra (keluarga berkarya, keluarga sejahtera. Karena kalau masyarakat mempunyai karya, pastinya nanti ada penghasilan meskipun sedikit,” ujarnya.
Menurut Suharto, sasaran utama dari pelatihan ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin agar bisa berubah dan memiliki usaha produktif sebagai sumber penghasilan keluarga.
“Minimal dari pelatihan ini mereka tahu bagaimana cara membuat tempe yang sehat dan enak. Sebab tempe ini merupakan makanan sehari-hari masyarakat. Sehingga tidak hanya sekedar bisa mengkonsumsi tetapi juga tahu proses pembuatannya,” pungkasnya. (wan/abh)
Pelatihan yang dibuka oleh Camat Maron Ramiadi ini diikuti oleh 30 orang peserta dengan rincian 10 orang dari Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, 10 orang dari Desa Patemon Kecamatan Krejengan dan 10 orang dari Desa Besuk Agung Kecamatan Besuk.
Camat Maron Ramiadi mengharapkan supaya kegiatan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat memiliki bekal ketrampilan sehingga nantinya bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Bapemas Kabupaten Probolinggo Suharto mengungkapkan pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentanan kemiskinan. Dimana salah satu upayanya adalah dengan memberikan bekal ketrampilan untuk memberdayakan masyarakat supaya termotivasi keluar dari kemiskinan.
“Dengan kata lain, pelatihan ini untuk mewujudkan Gaya Gatra (keluarga berkarya, keluarga sejahtera. Karena kalau masyarakat mempunyai karya, pastinya nanti ada penghasilan meskipun sedikit,” ujarnya.
Menurut Suharto, sasaran utama dari pelatihan ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin agar bisa berubah dan memiliki usaha produktif sebagai sumber penghasilan keluarga.
“Minimal dari pelatihan ini mereka tahu bagaimana cara membuat tempe yang sehat dan enak. Sebab tempe ini merupakan makanan sehari-hari masyarakat. Sehingga tidak hanya sekedar bisa mengkonsumsi tetapi juga tahu proses pembuatannya,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS