Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 14 Oktober 2015 KRAKSAAN – Sebanyak 30 pondok bersalin desa (Polindes) di Kabupaten Probolinggo akan ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 14 Oktober 2015
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dr Sri Wahjuni Dyah Martiningsih mengatakan, perubahan itu didasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Dinkes sebelumnya.
“Rakor itu memutuskan tahun ini ada perubahan Polindes ke Ponkesdes. Tahun ini targetnya ada 30 Polindes yang akan berubah menjadi Ponkesdes,” ujarnya.
Menurut Dyah, untuk perubahan Polindes ke Ponkesdes tidak mudah. Harus ada penambahan tenaga medis. “Untuk perekrutan tenaga kesehatan juga tidak mudah. Itu ada di tangan dinas terkait. Makanya sampai sekarang ini masih proses perubahan,” jelasnya.
Dyah menjelaskan, Polindes dan Ponkesdes tentu berbeda. Salah satu perbedaannya yakni di Polindes hanya ada bidan sebagai tenaga medis persalinan. Sedangkan untuk Ponkesdes ada dua tenaga medis yakni bidan dan perawat.
“Perubahan itu nantinya akan berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. Harapannya seperti itu. Yang penting ada perubahan Polindes ke Ponkesdes,” tegasnya.
Saat ini kebutuhan Ponkesdes di Kabupaten Probolinggo berjumlah 124 unit. Sedangkan Polindes berjumlah 85 unit yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Untuk jumlah Puskesmas ada 33 unit dan Puskesmas Pembantu (Pustu) ada 87 unit.
“Dengan perubahan Polindes ke Ponkesdes, harapannya bisa lebih meningkatkan pelayanan kesehatan. Termasuk untuk meningkatkan IPM Kabupaten Probolinggo di sektor kesehatan,” pungkasnya. (wan/abh)


COMMENTS